4.000 Guru dan Tenaga Pendidik di Mataram Sudah Terima MBG

MATARAM, Lingkar.news Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyebut sekitar 4.000 lebih guru dan tenaga pendidik di bawah Dinas Pendidikan Kota Mataram sudah mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Alhamdulillah, setelah kami melakukan konfirmasi ke sekolah, semua guru dan tenaga pendidik sudah mulai dapat MBG,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, Yusuf, Jumat (16/1/2026).

MBG Guru Sesuai Perpres No 115 Tahun 2025

Yusuf menjelaskan, pemberian MBG bagi guru dan tenaga pendidik sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 115/2025 tentang Tata Kelola MBG.

Pemberian MBG bagi guru dan tenaga pendidik dimaksudkan agar mereka lebih semangat, sehat, dan bahagia dalam menjalankan tugas.

“Jangan hanya murid saja yang makan, sementara guru bisa melihat,” katanya.

Insentif Guru Penanggung Jawab MBG Belum Direalisasikan

Terkait rencana insentif Rp100 ribu per hari bagi guru penanggung jawab MBG yang telah dirancang sejak Oktober 2025, Yusuf mengakui hingga kini belum terealisasi.

Ia menegaskan Disdik akan terus mengawal kebijakan tersebut agar segera diwujudkan, sebagai bentuk motivasi bagi guru dalam memastikan kelancaran distribusi MBG di sekolah.

“Kami sangat bersyukur, mendukung, dan berharap insentif itu bisa segera direalisasikan,” katanya.

MBG Guru Diberikan Sejak 9 Januari 2026

Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Mataram Hermawan Riadi membenarkan bahwa program MBG untuk guru dan tenaga pendidik sudah dimulai sejak tanggal 9 Januari 2026.

“Pemberian MBG guru dan tenaga pendidik, sudah kami laksanakan langsung sesuai instruksi pemerintah pusat mulai 9 Januari 2026,” katanya.

Setiap SPPG di Kota Mataram menambah kuota MBG sesuai jumlah guru dan tenaga pendidik di masing-masing sekolah. Untuk jenis dan porsi menu MBG disesuaikan dengan standar porsi dewasa, yakni untuk usia di atas 12 tahun.

“Porsi guru kami gunakan porsi besar dengan nilai Rp10.000 sesuai petunjuk teknis pelaksanaan,” kata Hermawan.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki