Vaksinasi PMK di Dompu Capai 36.300 Ekor Ternak Sepanjang 2025

Dompu (LINGKAR.NEWS) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Dompu berhasil merealisasikan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) serta pemberian vitamin gratis terhadap 36.300 ekor ternak sepanjang 2025. Langkah ini merupakan upaya pencegahan penyebaran penyakit hewan menular strategis.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Muhammad Abduh, mengatakan bahwa vaksinasi tersebut menyasar ternak berkuku genap seperti sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Dompu.

“Realisasi vaksinasi PMK dan pemberian vitamin gratis pada ternak sejak Januari 2025 di Kabupaten Dompu telah menyasar 36.300 ekor ternak,” ujar Abduh.

Ia menjelaskan, pada Rabu 31 Desember lalu, pihaknya kembali menggelar vaksinasi massal dan pemberian vitamin gratis terhadap 200 ekor sapi milik masyarakat di kawasan pelepasan ternak Doro Ncanga.

“Di penghujung tahun 2025, kami melakukan vaksinasi PMK massal dan pemberian vitamin gratis terhadap sapi masyarakat di kawasan pelepasan ternak Doro Ncanga,” katanya.

Abduh menambahkan, ketersediaan stok vaksin PMK dan vitamin ternak saat ini masih mencukupi. Namun demikian, apabila kebutuhan meningkat, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian serta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Kami siap berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi jika stok vaksin dan vitamin perlu ditambah,” ujarnya.

Selain pelayanan vaksinasi, Abduh melanjutkan, pihaknya juga terus melakukan edukasi kepada peternak terkait penanganan ternak yang sakit guna mencegah penularan penyakit.

“Ternak yang terjangkit PMK harus dipisahkan dari ternak sehat untuk mencegah penularan. Hewan ternak yang sakit akan ditangani sesuai dengan jenis penyakit yang diderita,” katanya.

Menurut Abduh, kegiatan vaksinasi dan pemberian vitamin gratis di kawasan padang penggembalaan Doro Ncanga diharapkan dapat melindungi ternak masyarakat dari ancaman penyakit mulut dan kuku.

Ke depan, Disnakeswan Dompu akan terus menggencarkan program penanggulangan penyakit hewan menular dengan meningkatkan pelayanan kesehatan hewan, disertai sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

“Kami mendorong masyarakat untuk secara bertahap mengubah sistem peternakan dari pola ekstensif tradisional ke sistem intensif atau penggemukan agar lebih sehat dan produktif,” pungkasnya. (anta/red)