BGN Bantah Klaim Ketua BEM UGM soal Keuntungan Mitra MBG Rp1,8 Miliar

JAKARTA, Lingkar.news Badan Gizi Nasional (BGN) merespons video yang beredar terkait klaim Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, mengenai mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut meraup keuntungan bersih hingga Rp1,8 miliar per tahun.

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional, Sony Sonjaya, menegaskan narasi tersebut merupakan disinformasi yang menyesatkan dan tidak sesuai fakta teknis maupun skema pembiayaan program MBG.

Klaim Rp1,8 Miliar Tidak Sesuai Realitas

Sony membantah klaim mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memperoleh keuntungan Rp1,8 miliar per tahun sebagai asumsi yang keliru dan tidak berdasar pada realitas investasi maupun operasional.

“Mitra mendapatkan untung bersih Rp1,8 miliar per tahun adalah asumsi fiktif yang tidak sesuai realitas bisnis. Rp1,8 miliar yang disebut adalah pendapatan kotor maksimal,” jelas Sony saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).

Ia menambahkan, dugaan penggelembungan harga bahan baku juga hanya sebatas asumsi dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

Pendapatan Kotor, Bukan Laba Bersih

Sony menjelaskan bahwa angka Rp1,8 miliar merupakan estimasi pendapatan kotor (gross revenue) maksimal, dihitung dari Rp6 juta dikalikan 313 hari operasional (dengan Minggu libur), sehingga totalnya Rp1,87 miliar per tahun.

“Angka ini bukan laba bersih, melainkan pendapatan sebelum dikurangi biaya investasi, operasional, pemeliharaan, depresiasi, dan risiko usaha lainnya. Mitra harus membangun SPPG sesuai Petunjuk Teknis 401.1 Tahun 2026 yang menetapkan standar teknis sangat ketat,” jelasnya.

Investasi Awal Mitra MBG Sangat Besar

Untuk dapat beroperasi, estimasi investasi awal mitra berkisar Rp2,5–6 miliar, tergantung harga lahan dan lokasi, seperti Jakarta, Bali, Batam, atau Papua.

Investasi ini merupakan belanja modal berupa pengadaan lahan seluas 500–800 meter persegi, pembangunan dapur industri sekitar 400 meter persegi, 8–10 unit AC, 16 titik CCTV, dan instalasi listrik 3 phase.

Kemudian, sistem filtrasi air standar air minum, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), lantai granit atau epoksi antibakteri, tempat tinggal karyawan dan ruang kantor, peralatan masak berskala industri, penyediaan dan pelatihan tenaga relawan, serta fasilitasi sertifikasi seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan sertifikat halal.

BGN: Tidak Ada Kepentingan Politik

BGN juga menegaskan bahwa narasi soal kepemilikan dapur oleh pihak yang diasosiasikan dengan partai politik tertentu tidak benar.

Sony menyatakan bahwa program MBG disiapkan murni untuk pemenuhan gizi masyarakat, bukan membiayai kepentingan partai politik.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki