Puncak Kemarau NTB Diprediksi Agustus 2026, Warga Diimbau Hemat Air

Mataram, Lingkar.news – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau seluruh masyarakat di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim kemarau yang diprakirakan terjadi pada Agustus 2026.

BMKG mencatat hampir 89 hingga 90 persen wilayah NTB akan memasuki fase puncak kekeringan. Fenomena ini diperparah dengan adanya catatan hari tanpa hujan yang telah berlangsung lebih dari 60 hari di sejumlah titik di wilayah tersebut.

Menurut BMKG, kondisi cuaca kering ini dipicu oleh menguatnya monsun Australia yang membawa massa udara kering ke wilayah Indonesia, sehingga menghambat laju pertumbuhan awan. Selain itu, aktivitas gelombang atmosfer yang sedang tidak aktif di NTB turut memperburuk minimnya peluang turunnya hujan pada periode akhir Juli 2026.

Sebagai langkah mitigasi, Pemerintah Provinsi NTB telah menyiapkan strategi ketahanan pangan melalui optimalisasi sumur bor dengan sistem irigasi perpompaan. Selain itu, para petani diinstruksikan untuk mempercepat masa tanam serta melakukan penyesuaian jenis tanaman guna meminimalisir risiko gagal panen.

“Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026 di hampir seluruh wilayah NTB (89 sampai 90 persen wilayah),” ujar Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Ari Wibianto, Rabu (22/7/2026).

Ari Wibianto menambahkan, pihaknya meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam penggunaan air bersih serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Ari Wibianto mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan air dan tidak sembarangan menyalakan api di area terbuka,” ungkapnya.

Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis