LOMBOK TIMUR, LINGKAR.NEWS – Pemerintah Desa Mamben Daya, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur, menggelar kegiatan Rembuk Stunting di Kantor Desa Mamben Daya pada Senin (3/8/2026).
Pertemuan strategis yang melibatkan pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, serta unsur masyarakat ini dilaksanakan sebagai langkah konkret dalam menyusun rencana percepatan penurunan angka stunting di wilayah tersebut.
Berdasarkan data terbaru, prevalensi stunting di Desa Mamben Daya menunjukkan tren penurunan dari 23 persen menjadi 22 persen dalam kurun waktu enam bulan terakhir.
Penurunan tersebut diyakini berkaitan erat dengan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat sebagai intervensi pemenuhan gizi bagi kelompok sasaran.
Bidan Desa Mamben Daya, Rabiatul Adawiyah, A.Md.Keb, menekankan pentingnya sosialisasi berkelanjutan terkait program tersebut.
“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program Pemerintah Pusat untuk menekan angka stunting. Sasaran utama program ini adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Karena itu, program ini perlu terus disosialisasikan agar masyarakat memahami manfaatnya dan dapat memanfaatkannya dengan baik,” ujar Rabiatul.
Senada dengan hal tersebut, Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa Mamben Daya, Ismiati, mengungkapkan bahwa efektivitas program MBG menjadi faktor kunci dalam perbaikan status gizi masyarakat.
“Penurunan ini dipengaruhi oleh adanya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), karena saat ini belum ada program lain yang secara khusus memberikan intervensi terhadap penurunan angka stunting,” jelas Ismiati.
Menanggapi kebutuhan keberlanjutan program, Penjabat (Pj) Kepala Desa Mamben Daya Mutaan SH menegaskan komitmennya untuk mengalokasikan anggaran khusus dalam APBDes tahun 2027.
Langkah ini diambil untuk memastikan intervensi gizi melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) tetap berjalan meski terdapat keterbatasan Dana Desa.
“Saya pastikan Program PMT akan masuk dalam Anggaran APBDes Tahun 2027. Meskipun Dana Desa kita terbatas, kita memiliki Pendapatan Asli Desa (PADes) yang cukup besar. Karena itu, saya akan menganggarkan program tersebut melalui PADes agar penanganan stunting di Desa Mamben Daya dapat terus berjalan,” tegasnya.
Melalui rembuk ini, pemerintah desa berharap sinergi antara seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat guna mencapai target penurunan stunting yang lebih signifikan di masa mendatang.
Penulis : Bang Yeman / Pendamping Desa – Lokasi : (Desa Mamben Daya, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur)



