MATARAM, Lingkar.news – Tim SAR gabungan memperluas pencarian empat korban yang masih hilang akibat terbakarnya KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok. Pada hari keempat operasi, area pencarian diperluas hingga perairan Nusa Penida, Bali.
Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan tim membagi operasi pencarian ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk memaksimalkan penyisiran di laut maupun wilayah pesisir.
“Hari ini pencarian kami bagi menjadi tiga sektor utama,” ujarnya di Mataram, Sabtu (15/8/2026).
SRU 1 memperluas area penyisiran di perairan timur lokasi kejadian dengan cakupan 48 mil laut persegi menggunakan RIB 02 Mataram.
Sementara itu, SRU 2 melakukan penyisiran di sepanjang pesisir dari Pelabuhan Tembowong hingga Bangko-Bangko dengan cakupan 15 mil laut persegi.
Adapun SRU 3 dikerahkan dari Pelabuhan Sampalan menggunakan RIB 02 Klungkung bersama personel Unit Siaga SAR Nusa Penida untuk menyisir perairan selatan Nusa Penida seluas 32 mil laut persegi.
Baca juga: Insiden KMP Putri Yasmin di Lombok: 211 Selamat, 5 Korban Masih Hilang
Berdasarkan data terbaru Posko SAR, sebanyak 212 penumpang dinyatakan selamat, satu orang meninggal dunia, dan empat orang lainnya masih dalam pencarian.
Empat korban yang belum ditemukan tersebut masing-masing bernama Yasir Arafat, Selvina Rambu Mayi, I Made Sutarjana, dan Slamet Yulianto.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar, Lanal Mataram, Ditpolair Polda NTB, KSOP Lembar, BKK Lembar, SROP Lembar, BPTB, Gapasdap, DVI Biddokkes Polda NTB, ASDP, serta sejumlah instansi kesehatan.
Selain personel gabungan, berbagai alat utama juga dikerahkan untuk mendukung operasi pencarian, seperti KN SAR 220 Mataram, KN SAR Arjuna, RIB 02 Mataram, RIB 02 Klungkung, KAL Belongas, KAL Lembar, RIB Nusa Penida, Helikopter Finns SGi Air Bali, KMP Portlink II, KMP Parama Kalyani, dan kapal Polair KP XXI-2015.
Jurnalis: Ichan
Editor: Basuki



