Jelang MotoGP Mandalika 2026, Pemkab Lombok Tengah Bentuk Satgas Awasi Tarif Akomodasi

LOMBOK TENGAH, Lingkar.news Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), membentuk satuan tugas (satgas) pengawasan akomodasi menjelang gelaran MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika pada 9-11 Oktober 2026.

Satgas tersebut dibentuk untuk mengantisipasi lonjakan tarif hotel, homestay, serta transportasi selama momentum balap motor internasional tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah Lalu Muhammad Hatta mengatakan satgas tersebut bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga kualitas pelayanan bagi wisatawan yang datang ke Mandalika.

“Kami telah menyiapkan satgas untuk mengantisipasi lonjakan harga sewa akomodasi jelang MotoGP Indonesia,” kata Lalu Muhammad Hatta, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, pengawasan diperlukan karena tingginya permintaan akomodasi selama MotoGP berpotensi mendorong kenaikan harga sewa hotel maupun penginapan.

Satgas tersebut akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pelaku pariwisata, aparat penegak hukum hingga pemerintah daerah.

“Ini salah satu upaya kami untuk meningkatkan pelayanan kepada wisatawan,” ujarnya.

Hatta mengatakan tingkat pemesanan akomodasi untuk MotoGP Indonesia 2026 sejauh ini menunjukkan tren yang cukup baik. Meski demikian, pihaknya belum dapat menyampaikan data rinci mengenai tingkat okupansi.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, kata dia, biasanya mengalami tingkat hunian tinggi bahkan penuh ketika MotoGP berlangsung.

“Artinya okupansi hotel maupun homestay di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika khususnya biasanya full,” katanya.

Secara keseluruhan, Lombok Tengah memiliki sekitar 5.000 kamar akomodasi yang terdiri atas hotel dan homestay.

Di sisi lain, penyelenggara juga memasang target tinggi untuk gelaran MotoGP Mandalika 2026. Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar memproyeksikan jumlah penonton tahun ini mencapai 145 ribu orang.

Untuk mengejar target tersebut, promosi tiket dilakukan di sejumlah daerah, termasuk Banjarmasin, Makassar, Surabaya, Jakarta hingga Waingapu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kita mencoba promosi ke Banjarmasin, Makassar, Surabaya, Jakarta hingga Waingapu NTT,” ujar Ahmad Fajar.

Besarnya potensi kunjungan wisatawan juga membuat MotoGP Mandalika memiliki dampak ekonomi yang signifikan. ITDC mencatat dampak ekonomi penyelenggaraan MotoGP Mandalika mencapai Rp4,96 triliun.

MotoGP Mandalika 2026 akan mengusung tema “The Rise of Indonesian Heroes”. Kehadiran dua pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji, diharapkan semakin meningkatkan antusiasme masyarakat untuk menyaksikan balapan secara langsung.

“Apalagi kita punya dua pembalap muda Indonesia sebagai lokal hero seperti Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji. Ini tentu akan menambah animo penonton untuk datang ke Mandalika,” kata Ahmad Fajar.

MotoGP Mandalika tahun ini juga diarahkan bukan sekadar menjadi agenda balap, tetapi sebagai bagian dari pengalaman wisata terpadu di NTB.

Sejumlah fasilitas dan kegiatan pendukung disiapkan untuk memperpanjang pengalaman wisatawan, termasuk glamping, camping dan berbagai side events di sekitar kawasan Mandalika.

Dari sisi transportasi, ITDC juga menyiapkan opsi tambahan untuk mengantisipasi tingginya arus wisatawan. Salah satunya melalui kerja sama dengan perusahaan perkapalan dari Surabaya serta rencana penyediaan hotel terapung.

“Untuk masalah transportasi, kami akan bekerja sama dengan perkapalan dari Surabaya. Jadi kami juga akan menyiapkan hotel terapung,” ujarnya.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki