Ada 701 Dapur, Total Dana MBG yang Mengalir ke NTB Tembus Rp2,02 Triliun

Mataram, Lingkar.news – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat realisasi belanja negara untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut mencapai Rp2,02 triliun hingga akhir Juni 2026.

Ratih Hapsari Kusumawardani, Kepala DJPb Nusa Tenggara Barat, pada Jumat (31/07/2026), mengungkapkan rincian progres penyaluran anggaran tersebut. Realisasi untuk makan bergizi gratis di NTB hingga 27 Juni 2026 adalah Rp2,02 triliun.

Capaian program ini didorong oleh optimalisasi operasional unit layanan di lapangan yang melampaui target awal pemerintah daerah. Ratih memaparkan ada 857 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) aktif yang mempekerjakan 34.779 petugas. Jumlah itu melampaui target yang seharusnya hanya ada 701 SPPG aktif di Nusa Tenggara Barat.

Keberadaan SPPG aktif yang lebih banyak 22 persen tersebut membuat penerima manfaat menyentuh angka 1,89 juta orang. Dengan demikian, realisasi penerima manfaat telah mencapai 127 persen atau sekitar 27 persen di atas target.

“Data itu kami dapatkan dari Badan Gizi Nasional dan juga dari internal DJPb,” ucap Ratih.

Selain program MBG, pemerintah pusat juga mengalokasikan anggaran untuk berbagai prioritas pembangunan lainnya di NTB, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat, pembiayaan rumah melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, hingga penguatan ketahanan pangan dan energi.

Hingga akhir Juni 2026, program Sekolah Rakyat telah terealisasi lima sekolah dari target delapan sekolah dengan nilai pembangunan Rp198,85 miliar. Sementara itu, FLPP telah membiayai 1.512 unit rumah di 159 lokasi melalui 214 pengembang dengan total pembiayaan Rp202,09 miliar yang disalurkan melalui tujuh bank penyalur.

Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis