Anggaran Jumbo Revitalisasi, Pemkab Kudus Turun Tangan Beri Pendampingan ke Kepala Sekolah

KUDUS, Lingkar.news — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, berkomitmen memberikan pendampingan khusus terhadap program revitalisasi bangunan sekolah dari Kemendikdasmen RI agar pelaksanaannya berjalan sesuai aturan.

Langkah ini dilakukan menyusul adanya sejumlah sekolah di Kabupaten Kudus yang mendapat bantuan dengan nilai fantastis, salah satunya SDN 1 Margorejo, Kecamatan Dawe, yang menerima bantuan senilai Rp691 juta.

Bantuan revitalisasi dari Kemendikdasmen RI tersebut disalurkan langsung ke masing-masing sekolah melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan, meskipun anggaran bantuan tidak disalurkan melalui dinas terkait, Pemkab Kudus tetap hadir untuk memastikan volume, spesifikasi, dan kualitas bangunan tetap terjaga.

“Rrevitalisasi ‘kan memang ada (tim) P2PS (Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan, red) ya dari sekolahan. Tapi dari dinas melakukan beberapa langkah (pemantauan),” tutur Bupati, Kamis (10/9/2026).

Bupati Kudus telah meminta Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus untuk memberikan arahan langsung kepada kepala sekolah penerima bantuan revitalisasi.

“Kepala sekolah dikasih petunjuk arahan, memilih konsultan. Termasuk ada kontrak kecil, setelah saya di DED nanti menunjuk pelaksana, pelaksana juga ada kontrak kecil,” jelas dia.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah agar dukungan terhadap program pusat ini dapat berjalan lancar.

“Itu empat password lah ya, pas volume, pas spesifikasi, pas bentuk kualitas, maupun pas terhadap administrasi,” tutur Bupati.

Di SDN 1 Margorejo sendiri, dana bantuan tersebut rencananya akan dialokasikan untuk perbaikan sejumlah sarana dan prasarana pendidikan. Perbaikan meliputi toilet, ruang perpustakaan, dua ruang kelas, ruang laboratorium, dan ruang Unit Kesehatan Siswa (UKS).

Khusus untuk perbaikan toilet sekolah, anggaran yang ditelan sebesar Rp 119 juta. Toilet yang semula sudah berdiri akan dibangun ulang agar lebih representatif dengan total enam bilik untuk kamar mandi dan dua bilik untuk tempat wudhu.

Jurnalis: Nisa H

Editor: Asih