APAD Indonesia Perkuat Kesiapsiagaan Desa Tangguh Bencana dan Adaptasi Iklim di NTB

KOTA MATARAM, LINGKAR.NEWS – APAD Indonesia menggelar Pertemuan Tinjauan Tengah Semester (Midterm Meeting) pada 10 Agustus 2026 di Hotel Lombok Astoria, Nusa Tenggara Barat, guna mengevaluasi capaian program penguatan desa tangguh bencana dan adaptasi perubahan iklim.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin, ini menjadi forum strategis bagi pemangku kepentingan tingkat provinsi, kabupaten, Tim Pendamping Profesional (TPP), serta pemerintah desa dari Kecamatan Lingsar, yakni Desa Batu Kumbung, Karang Bayan, dan Batu Mekar.

Pertemuan ini difokuskan untuk merefleksikan integrasi isu kebencanaan dan perubahan iklim ke dalam dokumen perencanaan pembangunan desa, yakni RPJMDes dan RKPDes.

Selama semester pertama tahun 2026, program ini telah berhasil mendorong tata kelola desa yang lebih aman serta merancang sistem destinasi wisata tangguh bencana melalui penyusunan peta jalan (roadmap) dan pengembangan aplikasi kesiapsiagaan bagi masyarakat maupun wisatawan.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin, dalam arahannya menekankan bahwa pengurangan risiko bencana harus menjadi bagian integral dari proses pembangunan desa secara berkelanjutan.

Menurutnya, desa tangguh tidak berarti wilayah yang bebas dari bencana, melainkan desa yang memiliki kesiapan, kesigapan, dan kemampuan untuk pulih dengan cepat saat terjadi keadaan darurat.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Batu Kumbung, Wirya, menyambut positif pendampingan yang diberikan oleh APAD Indonesia. “Ini sangat luar biasa, kami difasilitasi dan didampingi untuk memahami serta menjadikan desa kami sebagai desa wisata yang siap dengan kesiagaan dalam menghadapi bencana,” ujar Wirya di sela-sela kegiatan.

Selain aspek perencanaan, program ini juga menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur lapangan, seperti kejelasan jalur dan titik evakuasi di lokasi wisata. APAD Indonesia menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, perangkat desa, TPP, BPBD, dan masyarakat.

Tantangan ke depan adalah memastikan seluruh rencana aksi yang telah disusun dapat diimplementasikan secara konsisten di lapangan guna menciptakan ketangguhan desa yang nyata.

Penulis : Yusmi Zulvia / Jurnalis – Lokasi : (Kecamatan Selaparang, Kota Mataram)