MATARAM, Lingkar.news – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat dana simpanan masyarakat di Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai Rp50,8 triliun, menunjukkan tren positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala LPS Wilayah II Bambang Hidayat menjelaskan, nominal tersebut tercermin dari pertumbuhan jumlah rekening perbankan sebesar 7,94 persen per Januari 2026.
“Total rekening mencapai 10 juta, kemudian total simpanan sebanyak Rp50,8 triliun,” ujar Bambang di Mataram, Jumat (6/3/2026).
Sinyal Positif bagi Ekonomi NTB
Bambang menuturkan peningkatan dana simpanan menjadi sinyal positif bagi perekonomian NTB karena menunjukkan adanya peningkatan aktivitas masyarakat dalam menempatkan dana di sektor perbankan.
“Tren ini menjadi modal penting bagi para pemangku kepentingan untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Barat,” tambahnya.
Penjaminan Simpanan Sangat Tinggi
Lebih lanjut, ia menyampaikan cakupan penjaminan simpanan di Nusa Tenggara Barat tergolong sangat tinggi mencapai 99,99 persen nasabah, karena mayoritas nasabah masuk dalam kategori simpanan di bawah batas maksimal penjaminan Rp2 miliar.
“Angka perlindungan yang tinggi menunjukkan sebagian besar dana masyarakat berada dalam kategori simpanan yang aman,” jelasnya.
Dari sisi struktur simpanan, mayoritas rekening nasabah berada pada kelompok nominal di bawah Rp100 juta.
“Porsi terbesar tentu saja simpanan-simpanan yang berada dalam pengelompokan paling rendah di bawah Rp100 juta,” imbuh Bambang.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki



