El Nino Sebabkan Bima 84 Hari Tanpa Hujan, Kekeringan Ekstrem Mengancam

Mataram, Lingkar.news – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah mengalami hari tanpa hujan selama 84 hari. Kondisi ini membuat sejumlah daerah di wilayah tersebut masuk dalam kategori kekeringan ekstrem.

Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB, Suci Agustiarini, pada Jumat (14/8/2026) mengungkapkan bahwa intensitas kemarau yang panjang telah memicu peringatan dini level awas di beberapa titik.

“Kecamatan Belo dan Kecamatan Bolo di Kabupaten Bima menempati daerah paling lama tanpa hujan”, kata Suci Agustiarini.

BMKG juga mencatat sejumlah wilayah lain masuk dalam level siaga, di antaranya Kecamatan Donggo, Lambitu, Lambu, Madapangga, Palibelo, Soromandi, dan Wawo. Sementara itu, status awas kekeringan meteorologis juga berlaku di Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, serta Kota Bima.

Kondisi curah hujan yang minim ini diprediksi akan terus berlanjut hingga beberapa pekan ke depan, mengingat wilayah NTB sedang berada pada puncak musim kemarau yang diperparah oleh fenomena El Nino dengan indeks Nino3.4 sebesar +2,45 derajat Celcius.

Merespons ancaman krisis air bersih dan risiko bencana kebakaran, pihak BMKG mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat.

Suci mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak untuk mengantisipasi potensi krisis air bersih akibat periode tanpa hujan yang semakin panjang.

Ia meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan, lahan, dan permukiman dengan tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan serta tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.

Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis