Enam Desa di Moyo Utara Gelar Gladi Lapang Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

SUMBAWA, LINGKAR.NEWS – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Field Training Exercise (FTX) atau Gladi Lapang Program Karang Tangguh di Lapangan SDN Pungkit, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, pada Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini melibatkan enam desa sasaran untuk menguji efektivitas dokumen penanggulangan bencana serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman bencana di wilayah tersebut.

Simulasi yang melibatkan unsur pemerintah, relawan, organisasi kemanusiaan, akademisi, dan dunia usaha ini dilaksanakan serentak di Desa Baru Tahan, Sebewe, Songkar, Penyaring, Pungkit, dan Kukin. Melalui latihan ini, seluruh pemangku kepentingan dilatih menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP), sistem komando, komunikasi darurat, hingga mekanisme pengambilan keputusan saat situasi kritis.

Program Manager Karang Tangguh MDMC Kabupaten Sumbawa, Priyo A. Sancoyo, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dalam membangun budaya siaga bencana. “Gladi lapang ini bertujuan mengukur kesiapan seluruh elemen masyarakat dalam merespons kondisi darurat secara cepat, terkoordinasi, dan efektif,” ujarnya.

Camat Moyo Utara, Awaluddin Safari, S.H., menambahkan bahwa momentum ini sangat krusial untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun budaya sadar bencana. Menurutnya, peningkatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan sangat diperlukan agar desa-desa di wilayahnya mampu menjadi desa yang tangguh, sigap, dan mandiri.

Senada dengan hal tersebut, Plt. Deputi Pencegahan BNPB Pusat, Drs. Pangarso Suryotomo, M.M.B., menekankan pentingnya menjadikan latihan kebencanaan sebagai budaya di tingkat desa. “Masyarakat yang terlatih dan memiliki sistem kesiapsiagaan yang baik akan mampu meminimalkan korban jiwa maupun kerugian materiil saat bencana terjadi,” tegasnya.

Kepala BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, S.T., dan Grant Coordinator Program SIAP SIAGA Jakarta, Dwi Jatmiko, turut memberikan apresiasi atas sinergi multipihak yang terbangun. Mereka sepakat bahwa keberhasilan membangun desa tangguh memerlukan keterlibatan aktif dari seluruh elemen, mulai dari pemerintah hingga masyarakat.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penyerahan piagam penghargaan kepada enam desa peserta sebagai bentuk apresiasi atas komitmen mereka dalam membangun kapasitas kelembagaan dan kesiapsiagaan masyarakat. Diharapkan, sinergi ini dapat terus berlanjut sehingga budaya kesiapsiagaan menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat sehari-hari di Kabupaten Sumbawa.

Penulis : AMIR ALI / TPP/TAPM (Koordinator TPP KABUPATEN SUMBAWA) – Lokasi : (Desa Pungkit, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa)