Lombok Tengah, Lingkar.news – Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menyatakan bahwa Mandalika Festival of Speed (MFoS) Round 3 yang diselenggarakan di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (16/08/2026), menjadi langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekosistem motorsport di Indonesia.
“Penyelenggaraan MFoS merupakan bagian dari upaya membangun kompetisi balap roda empat yang berkelanjutan di Indonesia, kata Vice President Operations Mandalika Grand Prix Association”, Try Agung Hartanto.
Ia mengungkapkan bahwa ajang kejuaraan nasional balap mobil ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap sektor pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, yang kini menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara maupun domestik.
Event ini diharapkan dapat mendukung pengembangan sport tourism di Mandalika, ujarnya.
Selain sektor pariwisata, penyelenggaraan ajang balap ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan investasi di kawasan Mandalika yang secara langsung akan berdampak positif pada ekonomi masyarakat lokal.
MFoS putaran ketiga ini mempertandingkan berbagai kelas bergengsi, mulai dari kejurnas ITCR 1200, ITCR 1500, ISTCR 3600, Superstars Sportcar Series, KRIDA Agya One Make Race, Subaru BRZ Super Series, hingga Time Attack.
Penyelenggara juga membuka akses gratis bagi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung atmosfer balap di sirkuit, dengan harapan dapat memperluas basis penggemar olahraga otomotif di tanah air.
MGPA berharap akses terbuka tersebut dapat semakin mendekatkan motorsport dengan masyarakat sekaligus memperluas basis penggemar olahraga otomotif di Indonesia, tegas Try Agung.
Sebagai kesimpulan, kehadiran seluruh pemangku kepentingan dalam ajang ini, termasuk pembalap, tim, komunitas, hingga penonton, diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi di kawasan The Mandalika dan sekitarnya secara konsisten.
MFoS round empat selanjutnya digelar 16 Oktober 2026, seminggu setelah ajang MotoGP Indonesia digelar di Sirkuit Mandalika, pungkasnya.
Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis



