KP2MI dan PGI Perkuat Kolaborasi Nasional untuk Pelindungan dan Pemberdayaan PMI

JAKARTA, Lingkar.news Komitmen menghadirkan pelindungan dan pemberdayaan yang lebih kuat bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) terus diperluas melalui kolaborasi lintas sektor.

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melakukan audiensi bersama Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) di Kantor PGI, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi multipihak untuk mendukung pemberdayaan masyarakat serta memperkuat pelindungan PMI beserta keluarganya.

Audiensi dihadiri Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI M. Fachri, Staf Khusus Menteri P2MI Bidang Kebijakan dan Regulasi PMI Venno Tetelepta, Direktur Kepulangan dan Rehabilitasi Seriulina Tarigan, serta Direktur Layanan Pengaduan, Mediasi, dan Advokasi PMI pada Pemberi Kerja Berbadan Hukum Mangiring Hasoloan Sinaga.

Sementara itu, dari pihak PGI hadir Ketua Umum PGI Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty dan Wakil Sekretaris Umum PGI Pdt. Lenta Enni Simbolon.

Pertemuan berlangsung hangat dan produktif dengan fokus pembahasan pada penguatan komunikasi, pembangunan jejaring kolaborasi, serta perluasan program sosial dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Momentum tersebut juga menjadi upaya menyatukan langkah antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam menciptakan ekosistem pelindungan PMI yang lebih kuat hingga menyentuh tingkat keluarga dan komunitas.

Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI, M. Fachri, menegaskan bahwa pelindungan PMI membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa.

“Negara tidak bisa berjalan sendiri. Pelindungan dan pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia membutuhkan gotong royong nasional, termasuk dukungan organisasi keagamaan dan komunitas sosial yang dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

“Karena itu, kolaborasi seperti ini menjadi sangat penting agar program pemerintah benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya hingga ke keluarga PMI di daerah,” sambung Fachri.

Menurutnya, penguatan pemberdayaan harus dimulai dari tingkat komunitas dengan membangun kapasitas masyarakat, memperkuat ketahanan keluarga PMI, serta membuka akses terhadap program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

Fachri menambahkan, sinergi dengan PGI menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan program pemberdayaan sekaligus membangun ruang kolaborasi yang lebih inklusif agar masyarakat memiliki akses terhadap informasi, pendampingan, dan penguatan kapasitas secara merata.

“Pekerja migran bukan hanya bagian dari statistik ketenagakerjaan nasional, tetapi manusia yang harus dijaga harkat dan masa depannya. Pendekatan pemberdayaan harus dibangun secara utuh, mulai dari keluarga, komunitas, hingga jejaring sosial yang mendukung mereka,” katanya.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri P2MI Bidang Kebijakan dan Regulasi PMI, Venno Tetelepta, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat tata kelola pelindungan PMI yang lebih adaptif dan tepat sasaran.

“Kami ingin membangun pola kerja yang kolaboratif, bukan sektoral. Pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi mitra strategis untuk terlibat dalam upaya pelindungan dan pemberdayaan PMI. Makin banyak pihak yang bergerak bersama, maka semakin besar pula dampak yang dapat dirasakan masyarakat,” ungkap Venno.

Dalam diskusi tersebut, kedua pihak juga membahas peluang kerja sama yang dapat dikembangkan ke depan, mulai dari penguatan edukasi migrasi aman, pendampingan keluarga PMI, pengembangan program sosial berbasis komunitas, hingga penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

KP2MI menilai kerja sama lintas sektor menjadi salah satu kunci penting dalam membangun sistem pelindungan PMI yang lebih kuat, responsif, dan berkelanjutan. Dengan keterlibatan berbagai pihak, program pemerintah dapat saling terhubung dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain memperkuat pelindungan, pendekatan kolaboratif diyakini mampu memperluas dampak pemberdayaan, khususnya bagi keluarga PMI yang membutuhkan dukungan sosial, ekonomi, dan penguatan kapasitas pasca bekerja di luar negeri.

Pertemuan ini sekaligus menegaskan komitmen negara untuk terus memperkuat kerja sama strategis dengan berbagai elemen masyarakat demi menghadirkan kebijakan dan program yang lebih inklusif, humanis, dan berkelanjutan bagi PMI.

Ke depan, KP2MI dan PGI sepakat untuk terus membangun komunikasi serta memperkuat sinergi dalam mendukung terciptanya ekosistem pemberdayaan masyarakat yang lebih kokoh dan berkelanjutan.

Jurnalis: Hms
Editor: Basuki