KARAWANG, Lingkar.news – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, memastikan tidak ada lubang di jalan nasional Pantai Utara (Pantura) Jawa wilayah barat pada H-10 Lebaran 2026.
Hal itu disampaikan Dody saat meninjau kesiapan jalan nasional Pantura Jawa wilayah barat di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (28/2/2026).
Sisa 2.500 Lubang, Ditargetkan Tuntas H-10
Dody menyebut, berdasarkan laporan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat, jumlah lubang di Pantura barat terus berkurang signifikan.
Awalnya tercatat sekitar 7.000 lubang, kini tersisa sekitar 2.500 titik. Pemerintah menargetkan seluruh perbaikan rampung paling lambat H-10 Lebaran.
“Sekarang tinggal sisa 2.500 lubang, tapi kita pastikan H-10 sudah tidak ada lubang,” ujarnya.
Perbaikan Permanen dengan Metode Overlay
Dody menjelaskan, untuk penanganan jangka panjang, perbaikan akan dilakukan dengan metode pelapisan ulang aspal atau overlay, khususnya pada ruas dengan kondisi kerusakan berat.
Ia menyebutkan sekitar 100 kilometer ruas di perbatasan Brebes akan ditangani menggunakan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Karena panjangnya mencapai 100 kilometer, proses overlay diperkirakan memerlukan waktu sekitar dua tahun agar hasilnya lebih optimal dan tahan lama.
Kesiapan Jalan Tol dan Fasilitas Pendukung
Selain jalan nasional, Kementerian PU juga memastikan kesiapan jalan tol menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Saat ini terdapat 76 ruas jalan tol yang telah beroperasi dengan total panjang 3.115,98 kilometer. Infrastruktur tersebut didukung 136 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP/rest area), 189 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), serta 539 gerbang tol.
Kesiapan infrastruktur ini diharapkan mampu mengantisipasi lonjakan kendaraan saat musim mudik.
144 Juta Orang Diprediksi Mudik Lebaran
Sementara itu, Kementerian Perhubungan memprediksi sekitar 144 juta orang akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026 berdasarkan hasil survei nasional, dengan potensi peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Operasional posko angkutan Lebaran dijadwalkan berlangsung pada 13–29 Maret 2026 guna mengoordinasikan seluruh moda transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian.
Sebagai langkah antisipasi kepadatan, pemerintah akan membatasi operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas, kecuali kendaraan pengangkut bahan pokok, bahan bakar minyak, dan kebutuhan penting lainnya sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian.
Selain itu, Kementerian Perhubungan bersama Korps Lalu Lintas Polri akan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow, sistem satu arah (one way), dan ganjil genap di sejumlah ruas tol yang berpotensi padat selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki



