Mitigasi Konflik Timteng, Menhaj Minta Haji Khusus Gunakan Penerbangan Langsung

JAKARTA, Lingkar.news Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf meminta jemaah haji khusus untuk menggunakan penerbangan langsung (direct flight) ke Arab Saudi tanpa transit di negara kawasan Timur Tengah (Timteng).

Menurut Gus Irfan, sapaan akrabnya itu, langkah tersebut bagian dari mitigasi pemerintah dalam mengantisipasi dampak konflik di Timteng terhadap jalur penerbangan haji. Sejumlah rute transit dinilai belum aman akibat dinamika kawasan.

“Memang ada beberapa jemaah haji khusus yang masih menggunakan penerbangan transit. Kami sudah meminta agar dicarikan opsi penerbangan langsung ke Arab Saudi,” ujar Gus Irfan di Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Ia memastikan, kebijakan ini tidak berdampak pada jemaah haji reguler. Sejak awal, jemaah reguler telah menggunakan penerbangan langsung tanpa transit, sehingga relatif lebih aman dari potensi gangguan rute.

Mitigasi ini juga menjadi bagian dari pembahasan pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi. Dalam pertemuan dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, kedua pihak membahas kesiapan pelaksanaan ibadah haji di tengah situasi konflik kawasan.

Dalam kesempatan tersebut, Menhaj menekankan pentingnya menjaga stabilitas Timur Tengah demi kelancaran ibadah haji bagi jutaan jemaah dari seluruh dunia.

“Kami berharap semua pihak yang bertikai dapat menurunkan tensi konflik agar jemaah haji dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khidmat,” katanya.

Pemerintah pun berharap situasi di Timur Tengah segera kondusif menjelang musim haji, sehingga seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan lancar tanpa hambatan.

“Kami berharap konflik yang terjadi bisa segera mereda, terutama demi menghormati persiapan keberangkatan jemaah haji dari seluruh dunia,” pungkasnya.

Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki