NTB Tawarkan Proyek Rp1,61 Triliun ke Maroko, Ini Sektor Unggulannya

Mataram, Lingkar.news – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjajaki peluang kerja sama strategis di berbagai sektor dengan Kerajaan Maroko. Fokus kerja sama ini meliputi perdagangan, pariwisata, pengembangan sumber daya alam, peningkatan sumber daya manusia, hingga sektor energi. Penjajakan ini dilakukan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal usai menerima kunjungan Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini, di Mataram, Jumat (17/7/2026).

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa kerja sama internasional harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, hilirisasi industri, serta penguatan daya saing ekonomi daerah.

Terkait sektor pariwisata, Iqbal menjelaskan bahwa saat ini tren kunjungan wisatawan menunjukkan peningkatan seiring dengan upaya memperluas konektivitas penerbangan internasional dan pengembangan investasi di bidang perhotelan, kawasan wisata, serta transportasi pariwisata.

Mengenai sektor energi, Iqbal menyatakan bahwa NTB memiliki potensi energi baru dan terbarukan (EBT) yang sangat besar, terutama energi surya, angin, air, biomassa, dan panas bumi.

Potensi energi tersebut diperkuat dengan keberadaan sedikitnya 15 bendungan besar yang dapat dikembangkan sebagai lokasi pembangkit listrik tenaga surya terapung maupun sistem pembangkit listrik hibrida, terang Iqbal.

Terkait proyek investasi siap garap, Iqbal memaparkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai proyek unggulan di sektor perhotelan dengan nilai investasi mencapai Rp1,61 triliun.

Seluruh proyek tersebut memiliki nilai investasi sekitar Rp1,61 triliun dan telah dipersiapkan dengan dukungan infrastruktur, kemudahan perizinan, serta prospek pasar yang menjanjikan, ucap Iqbal.

Sebagai kesimpulan, Gubernur NTB berharap hubungan dengan Kerajaan Maroko dapat meluas melampaui sektor perdagangan dan investasi, mencakup penguatan kerja sama di bidang pendidikan, pengembangan teknologi, energi terbarukan, pertanian modern, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis