Pemdes Bengkel Lombok Barat Gelar Rembuk Stunting, Fokuskan Intervensi Gizi dan Pola Asuh dalam RKPDes

LOMBOK BARAT, LINGKAR.NEWS – Pemerintah Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, menggelar kegiatan Rembuk Stunting Desa pada Rabu (5/8/2026).

Pertemuan ini bertujuan untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam upaya percepatan penurunan angka stunting guna mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas di wilayah tersebut.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Bengkel ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Desa, BPD, TP PKK, Kader Pembangunan Manusia (KPM), tokoh masyarakat, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lombok Barat.

Rembuk ini menjadi forum krusial untuk memetakan permasalahan stunting sekaligus merumuskan rekomendasi program yang akan diintegrasikan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes).

Kepala Desa Bengkel, H. Moh. Idrus, S. IP, menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan agenda prioritas yang harus dijalankan secara berkelanjutan.

“Program pencegahan dan penurunan stunting merupakan program wajib dan prioritas pemerintah. Rembuk stunting ini menjadi bahan rekomendasi utama dalam penyusunan perencanaan desa atau RKPDes agar usulan kegiatan dapat terakomodasi dengan tepat sasaran,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Kepala Puskesmas Labuapi, saat ini tercatat 47 kasus stunting di Desa Bengkel. Dari jumlah tersebut, 23 anak telah menjalani skrining oleh dokter spesialis.

Hasilnya, ditemukan beberapa faktor risiko utama, mulai dari bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR), tingginya angka anemia, hingga adanya temuan kasus tuberkulosis (TBC) pada anak yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

Menanggapi hal tersebut, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat menekankan pentingnya pendekatan konvergensi. Keberhasilan penurunan stunting dinilai sangat bergantung pada keterlibatan lintas sektor, mulai dari pemenuhan gizi, perbaikan pola asuh, hingga sanitasi lingkungan yang sehat.

Dalam sesi diskusi, para peserta menyepakati sejumlah usulan prioritas untuk tahun anggaran mendatang, di antaranya peningkatan pendampingan keluarga sasaran oleh kader, edukasi pola asuh intensif, pendampingan penyusunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penguatan pemberian makanan tambahan di Posyandu.

Koordinator Kecamatan Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Labuapi, Syamsul Hadi, S. Psi, menambahkan bahwa hasil rembuk ini akan menjadi acuan penting bagi pembangunan desa ke depan.

“Output dari kegiatan Rembuk Stunting ini berupa usulan kegiatan konkret untuk penyusunan RKPDes 2027 dan DU-RKPDes 2028,” jelasnya.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara komitmen bersama antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat efektivitas intervensi stunting di Desa Bengkel secara terarah dan berkesinambungan.

Penulis : Syamsul Hadi, S. Psi / Pendamping Desa – Lokasi : (Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat)