LOMBOK BARAT, LINGKAR.NEWS – Pemerintah Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, menggelar kegiatan Rembuk Stunting Desa pada Selasa (4/8/2026).
Forum ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat pencegahan dan penurunan angka stunting di wilayah tersebut.
Kegiatan yang berlangsung partisipatif ini dihadiri oleh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, Pemerintah Kecamatan Labuapi, Puskesmas Labuapi, Tenaga Pendamping Profesional (TPP), serta berbagai elemen masyarakat mulai dari kader Posyandu, Kader Pembangunan Manusia (KPM), hingga tokoh masyarakat.
Fokus utama pertemuan ini adalah mengevaluasi data terkini serta menyusun rencana intervensi prioritas guna menekan angka stunting yang saat ini tercatat sebanyak 11 kasus di Desa Labuapi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, Hj. Erni Suryana, S. Si., MM, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap percepatan penurunan stunting. Ia mengapresiasi Desa Labuapi yang dinilai memiliki angka stunting relatif rendah di tingkat kecamatan.
“Keberhasilan penurunan stunting tidak hanya diukur dari jumlah kasus yang menurun, tetapi juga dari efektivitas intervensi yang dilakukan pemerintah desa. Upaya promotif dan preventif harus dilakukan secara konsisten, bahkan dimulai sejak masa calon pengantin sebagai langkah awal pencegahan,” ujar Erni.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Labuapi, H. Amanah, SH, menyampaikan apresiasi tinggi kepada para kader yang menjadi garda terdepan dalam pendampingan masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan, pemerintah desa berkomitmen untuk meningkatkan insentif dan memberikan penghargaan bagi kader atas dedikasi mereka.
“Berbagai upaya telah kami lakukan, termasuk kerja sama intensif dengan pihak Puskesmas. Kami berkomitmen untuk terus mendukung kinerja kader sebagai ujung tombak program ini,” tegas H. Amanah.
Berdasarkan data yang dipaparkan Kepala Puskesmas Labuapi, dari 11 kasus stunting yang ada, tujuh anak telah diperiksa oleh dokter spesialis anak, di mana tiga di antaranya terindikasi anemia dan memerlukan penanganan gizi tambahan.
Forum diskusi kemudian mengidentifikasi sejumlah kendala utama, seperti masalah administrasi kependudukan yang menghambat akses BPJS Kesehatan, pola asuh yang belum optimal, hingga faktor sanitasi lingkungan.
Sebagai tindak lanjut, forum menyepakati sejumlah usulan prioritas, di antaranya pelaksanaan isbat nikah gratis, fasilitasi bantuan biaya pengobatan, pembangunan rumah layak huni, serta penguatan edukasi pola makan dan pola asuh.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara komitmen bersama untuk memastikan intervensi yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan demi mewujudkan Desa Labuapi yang sehat dan bebas stunting.
Penulis : Syamsul Hadi, S. Psi / Pendamping Desa – Lokasi : (Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat)



