Pemprov NTB dan Pemkot Mataram Siapkan Relokasi Korban Banjir Rob Ampenan

MATARAM, Lingkar.news Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menyiapkan skema relokasi sementara bagi warga yang terdampak banjir rob di Lingkungan Bugis, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, langkah awal yang dilakukan pemerintah adalah menyediakan tenda pengungsian sebagai solusi darurat, sembari menyiapkan penanganan lanjutan yang lebih permanen.

“Sebagai langkah darurat, Pemprov NTB bersama Pemkot Mataram menyiapkan tenda pengungsian untuk menampung warga terdampak. Pemerintah juga menyiapkan skema penanganan lanjutan, termasuk opsi relokasi sementara sambil menunggu solusi permanen,” ujar Iqbal melalui keterangan tertulis, Jumat (23/1/2026).

Gubernur NTB Tinjau Lokasi Terdampak

Gubernur Iqbal meninjau langsung kawasan pesisir Ampenan, Kamis (22/1/2026) malam, sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap bencana rob yang merusak permukiman warga.

Di lokasi turut hadir Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Mataram dan BPBD NTB, Dinas Sosial, Baznas NTB, unsur TNI-Polri, relawan kemanusiaan, serta masyarakat setempat.

Gubernur berdialog dengan warga terdampak, termasuk Sukma, warga RT 03, untuk mendengar langsung kondisi lapangan serta kebutuhan mendesak masyarakat.

Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan rumah-rumah yang rusak serta menyiapkan solusi jangka pendek dan jangka panjang bagi keberlanjutan permukiman pesisir.

6 Rumah Warga Rusak Parah

Kepala Lingkungan Bugis, Suherman, menjelaskan gelombang tinggi mulai terjadi sejak Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 20.00 WITA, dengan ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 1,5 meter.

“Setiap malam kami berjaga dari jam delapan sampai jam satu. Gelombangnya besar sekali, tidak seperti hari-hari sebelumnya,” ujar Suherman.

Akibat kondisi ekstrem tersebut, enam rumah warga mengalami kerusakan parah, dengan rincian tiga rumah hanyut dan tiga rumah rusak berat sehingga tidak layak huni.

“Sejumlah rumah lainnya juga terdampak, meski masih dapat digunakan secara terbatas,” tutur Suherman.

Gubernur menegaskan pentingnya mitigasi bencana pesisir yang terencana dan terukur. Ia juga mengimbau warga tetap waspada mengingat BMKG memprediksi potensi hujan dan angin kencang hingga 26 Januari 2026.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki