Polisi Amankan 6 Imigran Gelap Asal Afghanistan dan Afrika di Lombok Timur

LOMBOK TIMUR, Lingkar.news Aparat Kepolisian Resor Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengamankan enam orang imigran gelap asal Afganistan dan Afrika yang diduga hendak diberangkatkan ke luar negeri melalui Pelabuhan Tanjung Luar, Desa Ekas Buana.

Diduga Menuju Pulau Maringkik

Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nicolas Osman, mengatakan para imigran tersebut rencananya akan dibawa ke Pulau Maringkik, tempat kapal yang diduga akan mengangkut mereka menunggu.

“Para imigran tersebut rencananya mau dibawa ke wilayah Pulau Maringkik karena kapal yang akan membawa mereka menunggu di sana,” ujar Nicolas, Senin (12/1/2026).

Polisi Amankan Kapal dan Warga Lokal

Selain enam imigran gelap, polisi juga mengamankan seorang warga lokal yang mengantar mereka ke lokasi.

Aparat turut menyita kapal yang diduga akan digunakan untuk mengangkut para imigran keluar dari Tanjung Luar, Kabupaten Lombok Timur.

“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan,” kata AKP Nicolas.

Warga Mengaku Hanya Diminta Mengantar

Suhadi, warga yang mengantar keenam imigran tersebut, mengaku tidak mengetahui bahwa orang-orang yang diantarnya merupakan imigran gelap.

“Saya hanya diminta mengantar dengan upah Rp100 ribu. Saya tidak tahu kalau mereka imigran gelap,” ujar Suhadi.

Ia menuturkan, para imigran tersebut sempat menginap selama tiga malam di sebuah homestay di Desa Ekas Buana. Pemilik homestay kemudian meminta dirinya untuk mengantar para tamu ke wilayah Tanjung Luar.

Diamankan Saat Menunggu Penjemput

Sesampainya di Tanjung Luar, orang yang akan menjemput para imigran belum datang. Saat menunggu, aparat kepolisian tiba dan langsung mengamankan para imigran beserta dirinya.

“Saya kaget saat penangkapan, karena saya hanya diminta mengantar,” kata Suhadi.

Polisi masih menyelidiki kasus ini dan belum memberikan informasi lebih lanjut tentang identitas imigran gelap dan tujuan mereka.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki