JAKARTA, Lingkar.news – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengawal mobilisasi cabai rawit merah dari Enrekang, Sulawesi Selatan, ke Nusa Tenggara Barat (NTB) guna meredam lonjakan harga serta menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan bagi masyarakat.
Direktur Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal, mengatakan langkah tersebut merupakan percepatan stabilisasi harga di NTB dengan menarik suplai dari sentra produksi.
“Begitu pasokan dari sentra produksi tersedia, langsung kami dorong masuk ke NTB supaya suplai bertambah dan harga bisa lebih cepat terkendali,” ujarnya di Jakarta, Senin (2/3/2026).
1,18 Ton Cabai Dimobilisasi Lewat Skema FDP
Pada tahap awal, sebanyak 1.180 kilogram (1,18 ton) cabai rawit merah dimobilisasi dari petani Enrekang dengan harga pembelian sekitar Rp58.000 per kilogram.
Distribusi dilakukan melalui skema Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) yang mencakup dukungan pembiayaan transportasi antardaerah sebagai instrumen stabilisasi pasokan.
Pengawasan distribusi dilakukan langsung saat cabai masuk melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam), Lombok.
Di tingkat pengecer, harga dilepas sekitar Rp63.000 per kilogram, sedangkan harga konsumen dijaga pada kisaran Rp68.000–Rp73.000 per kilogram agar tetap terjangkau.
Tren Harga Cabai Nasional Turun 8,62 Persen
Berdasarkan data Panel Harga Pangan Bapanas periode 23 Februari–1 Maret 2026, harga cabai rawit merah nasional turun dari Rp77.645 per kilogram menjadi Rp70.953 per kilogram atau terkoreksi sekitar 8,62 persen dalam sepekan.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyebut penurunan tersebut merupakan hasil penguatan koordinasi lintas kementerian/lembaga melalui intensifikasi pengawasan Satgas Saber Pelanggaran Pangan.
“Kami pastikan stabilitas harga dan pasokan terus dijaga. Sidak pasar akan terus dilakukan, dan tidak boleh ada pelaku usaha yang mempermainkan harga pangan,” ujarnya.
Pemprov NTB Pastikan Pasokan Tambahan
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendatangkan pasokan tambahan sebagai langkah konkret menekan harga di pasar.
Menurutnya, penguatan suplai dari luar daerah menjadi strategi cepat untuk meredam gejolak harga di tingkat konsumen.
“Pemerintah daerah bersama Bapanas memastikan cabai didatangkan dari sentra produksi agar pasokan bertambah dan harga bisa segera turun,” katanya.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki



