Segera Masuki Tahap Tender, SR Sumbawa Dirancang Tampung 3.000 Siswa

Sumbawa, Lingkar.news – Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), menargetkan proses tender pembangunan Sekolah Rakyat dimulai pada akhir November 2026. Pembangunan direncanakan menggunakan skema tahun jamak atau multiyears, sehingga pelaksanaannya melampaui satu tahun anggaran.

Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa Lalu Suharmaji Kertawijaya mengatakan pemerintah daerah telah menyelesaikan sejumlah persiapan pendukung, termasuk penyediaan akses jalan dan sumber air bersih di lokasi pembangunan.

“Untuk sumur bor, airnya sudah bagus, tidak payau. Untuk jalan sudah kita padatkan,”

Hal itu disampaikan Suharmaji di Sumbawa, Senin (2/11/2026). Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah menyediakan lahan seluas 15 hektare. Berdasarkan desain awal, kebutuhan kawasan Sekolah Rakyat diperkirakan sekitar 10 hektare.

Desain Sekolah Rakyat Disesuaikan dengan Iklim Sumbawa

Tim perencana telah menyusun desain bangunan yang pembahasannya turut melibatkan Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot. Pembahasan dilakukan untuk memastikan rancangan kawasan sesuai dengan kondisi geografis dan iklim daerah.

Menurut Suharmaji, Sumbawa cenderung panas selama sekitar 10 bulan dalam setahun. Selain itu, lokasi pembangunan yang tidak jauh dari pantai perlu menjadi pertimbangan dalam perencanaan bangunan.

Pemerintah daerah karena itu mengusulkan agar bangunan, terutama asrama siswa, tidak didirikan terlalu rapat untuk menjaga sirkulasi udara.

“Desain bangunan diharapkan jangan dibuat rapat, terutama asrama. Harus dibangun taman agar sirkulasi udara anak-anak terjamin,”

Pemkab Sumbawa juga mengusulkan penyediaan ruang terbuka hijau. Area khusus disiapkan untuk penanaman berbagai jenis pohon guna mendukung lingkungan sekolah yang lebih sejuk.

Kapasitas Dirancang hingga 3.000 Siswa

Selain fasilitas pendidikan dan asrama, pemerintah daerah mengusulkan lapangan atletik dan sepak bola berstandar nasional. Fasilitas olahraga tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan siswa Sekolah Rakyat maupun pelajar dari sekolah lain di Kabupaten Sumbawa.

Sekolah Rakyat itu dirancang mampu menampung hingga 3.000 siswa pada jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).

Pada tahap awal, jumlah peserta didik yang diperkirakan diterima sekitar 2.200 orang, sesuai dengan rencana penyelenggaraan pendidikan yang disiapkan pemerintah.

Suharmaji berharap seluruh tahapan persiapan, mulai dari penyelesaian desain hingga kelengkapan fasilitas pendukung, berjalan sesuai jadwal agar tender pembangunan dapat dimulai pada akhir November 2026.

Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis