MATARAM, Lingkar.news – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal meninjau langsung lokasi banjir berulang di Desa Obel-Obel, Kabupaten Lombok Timur, sekaligus menyalurkan bantuan bagi warga terdampak.
Gubernur Iqbal menegaskan bahwa banjir di Desa Obel-Obel bukan kejadian insidental, melainkan pola berulang hampir setiap tahun yang memerlukan solusi menyeluruh.
Karena itu, ia memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur guna merumuskan solusi jangka menengah dan jangka panjang.
“Kita tidak bisa hanya menangani saat bencana terjadi. Harus ada langkah mitigasi yang lebih komprehensif, mulai dari normalisasi sungai, penguatan tanggul, hingga penataan kawasan hulu,” tegas Iqbal melalui keterangan tertulis di Mataram, Sabtu (21/2/2026).
Normalisasi Sungai untuk Tangani Banjir
Dalam peninjauan lapangan di Desa Obel-Obel, Gubernur bersama rombongan mengidentifikasi penyebab utama banjir, yakni sedimentasi lumpur dan batuan di alur sungai.
Pendangkalan yang cukup parah membuat elevasi dasar sungai hampir sejajar dengan lahan permukiman warga. Akibatnya, saat debit air meningkat karena hujan deras, luapan air dengan cepat memasuki rumah-rumah warga.
Sebagai langkah mitigasi, pemerintah menilai perlu segera dilakukan normalisasi sungai melalui pengerukan sedimen. Material hasil pengerukan akan dimanfaatkan untuk meninggikan tanggul di sisi kanan dan kiri aliran sungai, guna mencegah luapan air saat curah hujan tinggi.
Bantuan Logistik dan Pemulihan Ekonomi Warga
Dalam kesempatan tersebut, Pemprov NTB melalui BPBD, Baznas, dan Dinas Sosial menyalurkan bantuan logistik tanggap darurat berupa paket sembako serta makanan ringan bagi anak-anak.
Selain itu, Gubernur memberikan bantuan khusus berupa perbaikan tempat pengolahan tempe di Dusun Batumpak yang rusak akibat banjir. Dukungan tambahan berupa modal pembelian kedelai diberikan untuk memulihkan aktivitas ekonomi warga setempat.
Respons Cepat Laporan Darurat
Di sela peninjauan, Gubernur Iqbal menerima laporan dari warga Desa Madayin terkait sumbatan aliran sungai akibat tumbangnya pohon besar yang tersangkut di jembatan. Hal itu berpotensi memperparah banjir saat hujan kembali turun.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD NTB segera menerjunkan tim ke Desa Madayin untuk melakukan pembersihan material kayu dan sampah menggunakan gergaji mesin agar aliran air kembali lancar.
Iqbal berharap, melalui penanganan terpadu lintas sektor dan dukungan pemerintah kabupaten, risiko banjir di wilayah tersebut dapat ditekan, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh perlindungan dan pemulihan yang berkelanjutan.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki



