JAKARTA, Lingkar.news – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan potongan harga tiket pesawat hingga 18 persen untuk periode mudik Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah telah memberikan stimulus untuk membantu masyarakat mendapatkan tiket dengan harga lebih terjangkau di tengah lonjakan permintaan saat arus mudik.
“Pemerintah sudah memberikan stimulus untuk tiket pesawat hingga diskon sampai 18 persen,” kata Dudy usai rapat koordinasi persiapan angkutan Lebaran 2026 di Mataram, Sabtu (28/2/2026).
Harga Tiket Dipengaruhi Permintaan dan Ketersediaan
Dudy menjelaskan, persepsi harga tiket pesawat yang tinggi perlu dilihat secara menyeluruh. Menurutnya, lonjakan harga kerap dipengaruhi mekanisme suplai dan permintaan, terutama saat arus mudik ketika jumlah penumpang meningkat tajam.
“Kondisi supply and demand ini yang kadang membuat harga tiket naik drastis saat permintaan melonjak,” ujarnya.
Menhub menambahkan, tidak semua harga tinggi disebabkan kenaikan tarif dasar. Dalam beberapa kasus, mahalnya tiket terjadi karena penumpang memilih rute transit dibandingkan penerbangan langsung.
“Tidak direct flight, sehingga terlihat seolah-olah tiket mahal, padahal jalur penerbangannya melalui kota lain,” jelasnya.
Pengawasan Ketat agar Diskon Tepat Sasaran
Kemenhub memastikan pelaksanaan stimulus diskon tiket akan diawasi secara ketat agar masyarakat benar-benar merasakan penurunan harga selama periode mudik Lebaran 2026.
“Kami yakinkan pelaksanaan stimulus ini akan diawasi secara ketat agar masyarakat bisa merasakan betul adanya penurunan harga tiket,” tegas Dudy.
Selain itu, Kemenhub juga membuka ruang pengawasan terhadap keluhan masyarakat terkait harga tiket untuk memastikan penyebab kenaikan tarif.
Pemerintah Siapkan Mudik Gratis
Tak hanya diskon tiket pesawat, pemerintah juga menyiapkan program mudik gratis untuk moda transportasi darat dan laut. Program ini mencakup berbagai tujuan, termasuk rute menuju Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Ada mudik gratis untuk moda transportasi darat, kereta api, dan juga laut. Termasuk di antaranya tujuan menuju NTB,” kata Dudy.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki



