Mataram, LINGKAR.NEWS – Sejumlah anggota DPRD Nusa Tenggara Barat mendorong PT Gerbang NTB Emas (GNE) selaku BUMD melakukan ekspansi usaha dengan menggandeng Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih maupun Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Anggota Komisi III Bidang Keuangan dan Perbankan DPRD NTB, Akhdiansyah, menilai direksi dan komisaris baru PT GNE yang ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Selasa (28/4) harus mampu membawa kreativitas baru dalam bisnis perusahaan.
“Tantangan ke depan PT GNE harus bisa melakukan identifikasi dan diversifikasi jenis usahanya, dan itu perlu kreatifitas, kira-kira fokus-nya mau bisnis apa?,” kata Akhdiansyah di Mataram, Rabu (29/04/2026).
Adapun jajaran direksi baru PT GNE terdiri dari Yuyud Indrayudi sebagai Direktur Utama, Sulman sebagai Direktur Keuangan, dan Suhaimi sebagai Direktur Operasional. Sementara posisi Komisaris Utama dijabat Izzuddin Mahili, didampingi Muhammad Ihwan dan Lalu Aksar Ansori sebagai komisaris.
Akhdiansyah menambahkan bahwa sebagai BUMD dengan sejarah panjang, PT GNE memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada fiskal daerah, terutama setelah adanya suntikan anggaran sebesar Rp8 miliar dari Pemerintah Provinsi NTB.
“PT GNE harus meninggalkan gaya lama yang hanya berfokus pada usaha konstruksi (paving blok dan batako). Kalau mau tetap batako ya paling tidak batako-nya standar SNI. Tapi, bagaimana pun ke depan PT GNE harus melakukan ekspansi bisnis, misalnya proyek di daerah yang dibiayai APBD dan APBN,” terang anggota DPRD dari daerah pemilihan (Dapil) VI tersebut.
Menurutnya, PT GNE harus mengambil peluang di luar usaha konstruksi, salah satunya melalui kerja sama dengan BGN untuk program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“MBG dan Kopdes Merah Putih ini potensial kalau PT GNE serius ingin dalam berkontribusi peningkatan fiskal daerah khususnya PAD. Ada banyak peluang yang bisa di kerjasama-kan di situ (MBG dan Kopdes),” tandas pria yang akrab disapa Guru To’i tersebut.
Dukungan senada disampaikan anggota DPRD NTB lainnya, Muhammad Aminurullah atau Aji Maman. Ia menekankan pentingnya PT GNE untuk beralih dari bisnis pasir dan semen yang selama ini dijalankan.
“Harus ekspansi dong core bisnis-nya jangan hanya semen, pasir aja bersaing dengan usaha masyarakat,” ucapnya.
Aji Maman menegaskan bahwa manajemen baru harus segera melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari aspek keuangan, transaksi, sistem, hingga prosedur operasional perusahaan.
“Kalau hanya paving blok, semua orang juga bisa tanpa perusahaan. Jadi itu harus dibenahi dulu,” tegasnya.
Terkait program MBG dan Koperasi Merah Putih, Aji Maman menilai BUMD dapat berperan sebagai wadah pendistribusian produk lokal dari sektor pertanian, peternakan, hingga perikanan.
“Bisa saja, itu bagus. Bagaimana hasil masyarakat, petani dan nelayan itu bisa didistribusikan, nanti yang menaunginya adalah BUMD,” pungkasnya.(LINGKAR NETWORK)



