MATARAM, Lingkar.news – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai upaya meningkatkan peluang kerja dan pemagangan ke Jepang.
Salah satu langkah strategis dilakukan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi NTB dengan menggelar Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Jabatan Fungsional Guru SMK melalui Sistem Pembelajaran dan Pendekatan Gokaku (Bahasa Jepang).
Kegiatan yang diselenggarakan bekerja sama dengan ARK JINZAI dan Akademia NTB tersebut diikuti sebanyak 120 guru dari 37 SMK se-Pulau Lombok. Pelatihan dibuka oleh Kepala BPSDMD Provinsi NTB, Drs. H. Fathurrahman, M.Si., yang hadir mewakili Gubernur NTB.
Dalam sambutannya, Fathurrahman mengatakan pelatihan tersebut sejalan dengan komitmen Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal untuk meningkatkan kualitas SDM melalui kerja sama Government to Government (G to G) antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang di bidang pemagangan.
Menurutnya, peningkatan kompetensi aparatur, khususnya guru SMK, merupakan bagian dari tugas BPSDMD dalam menyiapkan aparatur sipil negara (ASN) yang adaptif terhadap kebutuhan pembangunan daerah sekaligus mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi.
“Hasil dari pelatihan ini nantinya tidak berhenti di sini. Implementasinya akan dilanjutkan bersama perangkat daerah terkait, terutama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Tenaga Kerja, serta instansi lainnya agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para siswa dan masyarakat,” ujarnya.
Pelatihan ini dirancang untuk membentuk guru SMK sebagai trainer yang mampu mengajarkan bahasa Jepang menggunakan pendekatan Sistem Gokaku.
Selain meningkatkan kemampuan berbahasa Jepang, peserta juga dibekali pemahaman mengenai budaya kerja Jepang, etos kerja, komunikasi, hingga terminologi teknis yang dibutuhkan di dunia industri.
Melalui kompetensi tersebut, para guru diharapkan dapat mentransfer pengetahuan kepada peserta didik sehingga lulusan SMK di NTB memiliki kesiapan yang lebih baik untuk memasuki dunia kerja maupun mengikuti program pemagangan ke Jepang.
Kepala Bidang Pengembangan Jabatan Fungsional BPSDMD NTB, Baiq Deni Hariati Fajri, S.Psi., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan kompetensi jabatan fungsional ASN.
Ke depan, program serupa tidak hanya diperuntukkan bagi guru, tetapi juga akan dikembangkan untuk jabatan fungsional lainnya sesuai kebutuhan daerah.
“Program ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kapasitas ASN, dimulai dari guru SMK karena memiliki peran strategis dalam mencetak SDM unggul yang siap bersaing di dunia kerja internasional,” katanya.
Sementara itu, Komisaris ARK JINZAI sekaligus pengembang Sistem Gokaku, Jal Arakawa, menjelaskan bahwa metode tersebut dirancang untuk mempercepat penguasaan bahasa Jepang secara aplikatif sehingga lebih mudah diterapkan dalam proses pembelajaran maupun memenuhi kebutuhan industri.
Ketua Forum Komunikasi Jejaring Pemagangan Jepang (FKJP Jepang) NTB, Saparuddin, juga mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan tersebut. Menurutnya, peningkatan kompetensi guru akan memperkuat proses pembinaan calon peserta magang sehingga sekolah memiliki peran yang makin besar dalam menyiapkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri di Jepang.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan BP3MI NTB, Made Setyaningrum, Direktur Akademia NTB Muhammad Safwan, perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, serta berbagai pemangku kepentingan yang bergerak di bidang pendidikan vokasi dan pemagangan internasional.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan mitra industri Jepang, BPSDMD NTB berharap tercipta ekosistem pendidikan vokasi yang mampu menghasilkan lulusan SMK yang kompeten, profesional, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus mendukung terwujudnya visi NTB Makmur Mendunia.
Jurnalis: Ichan
Editor: Basuki



