LOMBOK BARAT, LINGKAR.NEWS – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Kerja Studio Pembahasan dan Finalisasi Instrumen Desa Berdaya-Destana (Desa Tangguh Bencana) di Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, pada 17 hingga 19 Juli 2026. Kegiatan strategis ini melibatkan lintas sektor, di antaranya Bappeda, DPMDDUKCAPIL, BPBD, serta Kominfo Provinsi NTB, guna mengintegrasikan program pengentasan kemiskinan ekstrem dengan ketangguhan bencana di tingkat desa.
Program Desa Berdaya-Destana ini merupakan implementasi dari RPJMD Provinsi NTB 2025-2029 yang menyasar masyarakat kategori desil 1 hingga desil 3. Melalui pendekatan transformatif dan tematik, pemerintah berupaya memperkuat ketangguhan masyarakat di tingkat tapak sekaligus mengakselerasi graduasi kemiskinan ekstrem. Dalam pelaksanaannya, proses pemantauan akan dilakukan melalui skema multipihak yang melibatkan perguruan tinggi dan mitra pembangunan untuk menjamin objektivitas serta akurasi data berbasis akademik.
Sekretaris DPMDDUKCAPIL Provinsi NTB, Teguh Gatot Yuono, S.Hut., M.Eng., saat membuka kegiatan tersebut, menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menyukseskan program ini. “Kami mengharapkan semua dinas terkait, mitra pembangunan, serta pendamping desa berdaya untuk menyukseskan Desa Berdaya Tangguh Bencana (Destana). Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kemendesa yang selalu mendampingi dan membantu desa mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator TPP Kemendesa Provinsi NTB, Abdul Zohri, menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan program. “Kami mengharapkan adanya kolaborasi yang kuat antara perangkat daerah, TPP Kemendesa, pendamping desa berdaya, serta berbagai NGO dan mitra pembangunan. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat pemberdayaan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, serta mewujudkan desa yang lebih mandiri, tangguh, dan sejahtera,” kata Abdul Zohri.
Adapun tujuan utama dari finalisasi instrumen ini adalah untuk mematangkan variabel indikator pemantauan, baik di level desa maupun keluarga, serta menyelaraskan metodologi pengumpulan data. Instrumen yang dihasilkan nantinya akan menjadi acuan terintegrasi dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program Desa Berdaya guna mendukung percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di seluruh wilayah Provinsi NTB.
Penulis : Abdul Zohri (Pendamping Desa) – Lokasi : (Desa Sigerongan, Lombok Barat)



