Dorong Literasi Warga, Pemkot Mataram Siapkan Pojok Baca di Seluruh Puskesmas

Mataram, Lingkar.news – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjalin kolaborasi strategis dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) setempat untuk menghadirkan fasilitas pojok baca di 11 puskesmas di wilayah Kota Mataram.

Kepala Dinkes Kota Mataram Emirald Isfihan pada Sabtu (19/7/2026), menyatakan bahwa penyediaan pojok baca di setiap puskesmas bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat di berbagai bidang, khususnya dalam aspek kesehatan.

Menurut Emirald, pihaknya telah mengomunikasikan rencana ini dengan Diarpus dan pihak pengelola 11 puskesmas untuk menentukan titik strategis yang mudah dijangkau dan terlihat oleh pengunjung. Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat mengisi waktu tunggu antrean pasien dengan kegiatan bermanfaat melalui beragam koleksi buku dari Diarpus.

Selain koleksi buku fisik, Dinkes juga mengusulkan penyediaan buku digital agar pengunjung dapat mengakses literatur dengan lebih mudah melalui perangkat ponsel pintar mereka.

Pihaknya menargetkan realisasi program pojok baca ini dapat terlaksana sepenuhnya pada tahun ini, meski terdapat kendala keterbatasan ruang di puskesmas yang saat ini dominan digunakan untuk layanan kesehatan.

Menyikapi keterbatasan lahan di fasilitas kesehatan, pemerintah berkomitmen untuk melakukan optimalisasi ruang guna mendukung program tersebut. Karena itu, pihak Dinkes akan mengusahakan puskesmas yang memiliki ruang atau pojok kosong untuk segera dijadikan pojok baca.

Kepala Diarpus Kota Mataram, Moh Carnoto, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk sinergi antar-instansi guna mendukung gerakan literasi di ruang publik. Skenario kerja sama ini dilakukan melalui sistem berbagi peran, di mana Diarpus menyediakan koleksi bahan bacaan, sementara Dinkes menyediakan fasilitas pendukung.

Pihak Diarpus telah menyiapkan berbagai kategori buku, mulai dari fiksi, non-fiksi, hingga buku spesifik kesehatan. Selain itu, pengunjung juga diberikan akses buku digital melalui sistem pemindaian barcode yang dapat diakses dalam radius maksimal 300 meter.

Melalui inisiatif pojok baca ini, diharapkan minat baca masyarakat dapat tumbuh signifikan. Program ini menjadi langkah nyata dalam mendekatkan akses buku bagi warga sekaligus mendukung gerakan literasi secara dini dan menyenangkan di lingkungan layanan publik.

Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis