Jelang Festival Ai Mangkung VI, Warga Desa Jurumapin Intensifkan Latihan Seni Sakeco

SUMBAWA, LINGKAR.NEWS – Menjelang perhelatan Festival Ai Mangkung VI, masyarakat Desa Jurumapin, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, menggelar latihan intensif seni tutur tradisional Sakeco pada Jumat (25/7/2026). Kesenian khas masyarakat Samawa ini dipersiapkan secara khusus untuk menjadi penampilan pembuka dalam festival budaya tahunan tersebut sebagai upaya pelestarian warisan leluhur.

Latihan yang diprakarsai oleh Lembaga Adat Desa (LAD) Jurumapin ini melibatkan kolaborasi antara tokoh adat, pelaku seni, dan generasi muda setempat. Fokus utama latihan meliputi penguasaan syair, intonasi, teknik penyampaian, serta penghayatan makna agar pertunjukan saat festival nanti mampu memberikan kesan mendalam bagi para pengunjung dan wisatawan.

Ketua Lembaga Adat Desa Jurumapin, Amrain A. Gani, menegaskan bahwa pemilihan Sakeco sebagai pembuka festival bukan tanpa alasan. Menurutnya, festival ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat identitas budaya sekaligus sarana edukasi bagi generasi penerus.

“Festival Ai Mangkung VI menjadi ruang untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada masyarakat luas sekaligus mengajak generasi muda agar bangga terhadap warisan leluhurnya. Melalui Sakeco, kami ingin menunjukkan bahwa budaya Samawa tetap hidup dan terus berkembang,” ujar Amrain.

Dalam proses pembinaan, para peserta mendapatkan arahan langsung dari penggiat seni lokal, Tahzinul Murat, S.Pd. Ia menekankan bahwa Sakeco memiliki kedalaman filosofis yang melampaui sekadar pertunjukan seni. Di dalam setiap bait syair yang dilantunkan, terkandung pesan moral, nasihat kehidupan, nilai persaudaraan, hingga semangat gotong royong.

“Sakeco bukan sekadar seni pertunjukan. Di dalam setiap syair yang dilantunkan tersimpan pesan moral, nasihat kehidupan, nilai persaudaraan, semangat gotong royong, hingga ajaran tentang penghormatan kepada orang tua dan leluhur. Nilai-nilai tersebut menjadi alasan mengapa kesenian ini harus terus diwariskan kepada generasi penerus,” jelas Tahzinul.

Antusiasme warga Desa Jurumapin dalam mengikuti latihan ini dinilai sebagai sinyal positif bagi keberlangsungan budaya lokal di tengah arus modernisasi. Dukungan penuh dari pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat menjadikan Festival Ai Mangkung VI sebagai ajang yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperteguh komitmen pelestarian tradisi Samawa di masa depan.

Penulis : Lutfi Ali / Penggiat Desa – Lokasi : (Desa Jurumapin, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa)