Pemdes Golong Gelar Pra Musrenbang Rembuk Stunting Komitmen Alokasikan Anggaran Tekan Angka Kasus

KABUPATEN LOMBOK BARAT, LINGKAR.NEWS – Pemerintah Desa Golong, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, menggelar kegiatan Pra-Musrenbang Rembuk Stunting di Aula Kantor Desa Golong pada Kamis, 30 Juli 2026. Kegiatan strategis ini diselenggarakan menindaklanjuti surat dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMD) Kabupaten Lombok Barat Nomor: 005/215/DPMD/2026 sebagai bagian dari prioritas aksi konvergensi daerah dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting.

Forum resmi tersebut dihadiri oleh Kasi Pemerintahan Kecamatan Narmada Sahdi, S.I.Kom, Kepala Puskesmas Sedau, Koordinator TPP Kecamatan Narmada, Ketua BPD Desa Golong, Ketua TP PKK, unsur perangkat kewilayahan, kader posyandu, serta tamu undangan lainnya. Pelaksanaan rembuk tematik ini bertujuan untuk menyusun dokumen daftar rencana program dan kegiatan pencegahan stunting yang nantinya diintegrasikan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) dan DU-RKPDes Tahun 2028.

Kepala Desa Golong, Zaenudin, S.E., dalam sambutannya menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan bagian dari arah kebijakan transformasi sosial prioritas nasional yang keempat, yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia, kesehatan, serta kesetaraan gender. Ia menyatakan, kendati dihadapkan pada efisiensi pengurangan anggaran hingga 65 persen, pemerintah desa tetap berkomitmen mendukung program prioritas pusat dan daerah dengan mengalokasikan anggaran lebih dari Rp100 juta.

“Pencegahan dan percepatan penurunan stunting termasuk dalam arah kebijakan transformasi sosial prioritas nasional yang keempat. Meskipun saat ini kita dihadapkan pada efisiensi pengurangan anggaran mencapai 65 persen, namun kami pemerintah desa berkomitmen untuk mendukung program prioritas pusat dan daerah yang sudah kami alokasikan sebanyak 100 juta lebih,” ujar Zaenudin.

Sementara itu, Kasi Pemerintahan Kecamatan Narmada, Sahdi, S.I.Kom., mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut yang menjadi perhatian penuh Wakil Bupati Lombok Barat. Ia menekankan tiga poin utama dalam intervensi penanganan stunting, yaitu penggunaan data yang valid, penguatan sinergitas lintas sektor, serta optimalisasi peran utama kader posyandu di tingkat desa.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Puskesmas Sedau, Junaidi, M.Kes., menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk merumuskan kebijakan yang menentukan masa depan anak-anak di wilayah tersebut. Pihaknya mencatat adanya penurunan angka stunting di Desa Golong sebesar 7,5 persen dengan total 32 sasaran saat ini. Sebagai langkah lanjutan, Puskesmas Sedau melalui tim gizi telah mendistribusikan Susu PKMK bagi bayi usia di bawah dua tahun serta memberikan intervensi vitamin MMS kepada sasaran yang membutuhkan.

Ketua BPD Desa Golong, Heri Ashari, turut menyampaikan harapan agar rembuk ini mampu menyelesaikan permasalahan stunting secara komprehensif di wilayahnya. Ia juga mengusulkan adanya pelatihan khusus bagi kader posyandu mengenai pola asuh psikologis bagi ibu bayi, balita, dan ibu hamil. “Kami harapkan kegiatan rembuk ini dapat menyelesaikan masalah penurunan stunting secara konprehensif di desa kami, hal lain yang perlu adalah diberikan pelatihan kepada kader posyandu tentang pola asuh psikologis kepada ibu bayi balita dan bumil,” pungkas Heri.

Penulis : Akhyar Rasidi / Pendamping Desa Kecamatan Narmada – Lokasi : (Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat)