LOMBOK BARAT, LINGKAR.NEWS – Pemerintah Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, menggelar Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2026 di Aula Kantor Desa Suranadi pada Selasa (4/8/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan program intervensi gizi, sanitasi, dan layanan kesehatan agar terakomodasi dalam dokumen perencanaan desa guna mempercepat penurunan angka stunting.
Hadir dalam forum tersebut unsur Tim Kecamatan Narmada, Kepala Puskesmas Suranadi, Koordinator Pendamping Desa, BPD, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, PKK, serta kader Posyandu.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari surat Dinas DPMD Kabupaten Lombok Barat Nomor 005/215/DPMD/2026 terkait agenda prioritas percepatan penurunan stunting.
Kepala Desa Suranadi, I Nyoman Adwisana, S.Fil., menegaskan bahwa forum ini merupakan langkah strategis untuk memastikan program penanganan stunting terencana dengan baik.
“Melalui gerakan bersama ini, kita optimistis dapat mempercepat penurunan stunting di Desa Suranadi. Pra Musrenbang ini diharapkan menghasilkan rencana kegiatan yang menjadi acuan pelaksanaan pada tahun anggaran 2026,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kasi Kesos Kecamatan Narmada, H. Sibawaih, SE., menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan. Menurutnya, intervensi yang dilakukan harus tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata terhadap prevalensi stunting di wilayah tersebut.
Data dari Kepala Puskesmas Suranadi, Bilia Milkan, Ns., menunjukkan prevalensi stunting di Desa Suranadi per Juni 2026 mencapai 10,04 persen atau 188 anak dari total 480 balita.
Sebagai langkah preventif, pihak Puskesmas telah melakukan skrining terhadap 69 balita serta pemberian susu Pangan Khusus Medis Khusus (PKMK).
Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Desa Suranadi, I Nyoman Arnawa, SH., menyoroti pentingnya edukasi pola asuh dan kebersihan lingkungan.
“Kesadaran terhadap pola asuh, kebersihan lingkungan, dan pola makan yang baik masih perlu ditingkatkan. Kami berharap seluruh usulan yang dibahas hari ini dapat terealisasi pada tahun mendatang,” tuturnya.
Adapun delapan rekomendasi usulan DU RKPDes tahun 2028 yang dihasilkan meliputi pendampingan pemberian makanan bergizi bagi anak stunting dan KEK, pemberian obat penambah darah bagi ibu hamil, deteksi dini risiko KEK, peningkatan kapasitas kader Posyandu, pelatihan pola makan bergizi, pelatihan ketahanan pangan, pelatihan skrining gizi, serta pemberian PMT pemulihan.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan Berita Acara sebagai bentuk komitmen bersama.
Penulis : Akhyar Rasidi / Pendamping Desa Kecamatan Narmada – Lokasi : (Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat)



