Strategi Dispar Mataram Optimalkan Potensi Wisata Melalui Konsep Tematik, Apa Saja?

Mataram, Lingkar.news – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengoptimalkan pengembangan potensi pariwisata daerah melalui penerapan konsep berbasis tematik di setiap destinasi wisata. Langkah ini dilakukan agar setiap lokasi memiliki karakteristik dan daya tarik yang menonjol sesuai dengan keunggulan lokal.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra, menjelaskan bahwa pengembangan wisata tematik menjadi prioritas mengingat keragaman destinasi yang dimiliki oleh ibu kota Provinsi NTB tersebut.

“Penentuan tema yang spesifik diharapkan dapat menjangkau pangsa pasar dan target wisatawan yang lebih tepat sasaran,” ujar Cahya Samudra pada Senin (17/8/2026).

Cahya mencontohkan, Taman Mayura kini dikembangkan dengan tema “Mayura Heritage Yoga”. Konsep wellness tourism ini difokuskan pada aktivitas kebugaran, khususnya yoga, yang menyasar pangsa pasar perempuan dan ibu-ibu.

“Kegiatan yoga bersama ini dijadwalkan secara rutin setiap satu bulan sekali pada hari Rabu minggu kedua,” tambah Cahya.

Selain itu, Dispar Mataram juga menghadirkan Wisata Heritage Ampenan melalui program “Heritage Walk”. Destinasi ini dirancang khusus bagi wisatawan dan masyarakat yang memiliki ketertarikan pada edukasi sejarah serta nuansa kawasan Kota Tua Ampenan.

Pada destinasi Loang Baloq, pemerintah setempat menonjolkan atraksi budaya Peresean, yakni seni bela diri tradisional khas Suku Sasak yang mengandalkan adu ketangkasan.

“Atraksi Peresean menyasar pangsa pasar destinasi Loang Baloq yang cenderung didominasi oleh keluarga dan kaum laki-laki yang menyukai seni budaya lokal,” jelasnya.

Sementara untuk wisatawan yang mencari ketenangan dan suasana alam, Giong Siu (Ayunan Seribu) dikembangkan dengan konsep camping ground serta kegiatan luar ruangan (outdoor). Destinasi ini kini dikelola aktif oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat dan sering menjadi lokasi pilihan untuk pesta kebun, pernikahan, hingga kegiatan akademis.

Strategi pengembangan ini dilakukan dengan memperkuat potensi yang sudah ada di masyarakat agar destinasi tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan dengan dukungan promosi dari pemerintah.

“Pemerintah hadir untuk memberikan sentuhan penguatan, pendampingan, serta promosi agar destinasi wisata di Kota Mataram semakin dikenal dan berkembang secara berkelanjutan,” pungkas Cahya.

Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis