Mataram, Lingkar.news – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Nusa Tenggara Barat (NTB) sukses menghimpun dana ratusan juta rupiah untuk membantu para korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyaluran bantuan dilakukan sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan terhadap wilayah terdampak.
Ketua Baznas NTB, Lalu Muhammad Iqbal Murad, menjelaskan bahwa penggalangan dana dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari pendekatan kepada donatur potensial, aksi di lokasi wisata dan acara publik, hingga pemanfaatan jaringan masjid serta media sosial.
“Dari Baznas RI, melalui dukungan ke kita juga sudah ratusan juta dan sudah kita bawa ke NTT,” ujar Iqbal di Mataram, Selasa (18/8/2026).
Iqbal menekankan bahwa upaya kolektif ini dilakukan untuk membantu meringankan beban psikologis dan ekonomi para penyintas bencana di NTT.
“Kalau menghapus luka itu kan nggak bisa, tetapi paling tidak kita meringankan beban saudara-saudara kita yang ada di NTT,” tegas Iqbal.
Selain memberikan bantuan tunai, Baznas NTB juga telah menerjunkan dua gelombang tim evakuasi dan logistik. Tim pertama telah tiba di lokasi sejak Minggu (16/8) dengan membawa perlengkapan krusial, termasuk tenda pengungsian dan peralatan dapur umum. Sementara gelombang kedua menyusul bersama Pemerintah Provinsi NTB dengan membawa armada kendaraan double cabin dan kendaraan roda tiga untuk menembus medan sulit.
“Yang penting itu soal gubernur kemarin dibutuhkan kendaraan roda tiga. Baznas sudah beli itu dan kita bawa ke NTT untuk nanti evakuasi di lokasi atau wilayah yang kecil, sempit-sempit,” terangnya.
Terkait isu kewajiban donasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Iqbal menegaskan bahwa seluruh penggalangan dana bersifat sukarela tanpa adanya paksaan atau target nominal tertentu.
“Penggalangan bantuan bersifat sukarela. ASN atau masyarakat yang ingin membantu dipersilakan memberikan donasi sesuai kemampuan,” ucap Iqbal.
Baznas NTB merancang masa tugas tim kemanusiaan di lokasi bencana selama 10 hari, yang terdiri dari enam hari operasional penanganan bencana dan empat hari alokasi perjalanan pulang-pergi NTB-NTT.
Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis



