Balai TNGR Perbaiki Fasilitas Jalur Pendakian Rinjani demi Keamanan Wisatawan

Mataram, Lingkar.news – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan pemeliharaan jalur pendakian dalam rangka meningkatkan keselamatan wisatawan atau pengunjung di kawasan tersebut.

“Keselamatan pendaki adalah prioritas utama,” kata Kepala Balai TNGR NTB Budy Kurniawan di Mataram, Senin (15/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa TNGR terus melakukan pemeliharaan dan peningkatan sarana prasarana pada sejumlah jalur pendakian. Hal ini bertujuan untuk memastikan aktivitas pendakian berlangsung lebih aman, nyaman, dan tetap memperhatikan kelestarian kawasan.

“Ini juga upaya untuk melestarikan kawasan,” katanya.

Beberapa pekerjaan yang telah dan sedang dilaksanakan meliputi jalur Sembalun dengan pemasangan bronjong pada lokasi sebelum pos 3, tangga pelawangan menuju puncak, dan jalur menuju danau. Selain itu, dilakukan pemasangan geobag setelah pos 4 di jalur Naga dan tangga pelawangan menuju puncak, pemasangan reling besi dan tali setelah pos 4 jalur Naga, serta perbaikan jembatan Hijau.

“Sedangkan di jalur Senaru dengan pemasangan reling dan tali dari Batu Ceper menuju pelawangan Senaru,” katanya.

Sementara itu, di jalur Torean dilakukan pemasangan tangga besi sebelum Air Terjun Penimbungan, pemasangan dek besi sebagai sambungan tangga setelah Air Terjun Penimbungan, pemasangan reling dan tali pada titik Batu Licin serta area penyeberangan sungai setelah Batu Licin, serta pembangunan shelter.

“Jalur Timbanuh, yakni perbaikan jembatan kali Blimbing, pekerjaan reling besi, tali, dan pengeprasan lahan di kawasan Jurang Rajek,” katanya.

Untuk jalur Tetebatu, dilakukan pembuatan tangga pada jalur Mata Air Aten Manuk, pemasangan reling dan tali menuju puncak Sangkareang/Kondo, serta penggantian tali dan reling menjelang Puncak Sangkareang.

“Jalur Aik Berik, di antaranya pemasangan reling dan tali serta pengeprasan lahan,” katanya.

Pihaknya mengimbau seluruh pendaki untuk tetap berhati-hati, mematuhi arahan petugas, serta menjaga fasilitas yang telah disediakan. Pengunjung diminta menggunakan jalur sesuai peruntukannya, mengutamakan keselamatan, dan tidak meninggalkan sampah di kawasan taman nasional.

“Menjaga Rinjani bukan hanya tugas petugas, tetapi tanggung jawab kita bersama,” katanya. (rara-lingkar.news)