Mataram, Lingkar.news – Pemerintah Kota Mataram segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terkait kenaikan harga sapi di sejumlah pasar ternak. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi perpanjangan aksi mogok jagal di Rumah Potong Hewan (RPH) Majeluk, Mataram.
“Kami segera koordinasi dengan pemerintah provinsi, untuk mencari solusi dan melakukan pengendalian pengiriman sapi ke luar daerah agar harga sapi bisa kembali normal,” kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram Lalu Hapiludin di Mataram, Senin (15/6/2026).
Aksi mogok para jagal tersebut dipicu oleh harga sapi yang dinilai terlalu mahal sehingga mereka memilih tidak melakukan aktivitas pemotongan ternak. Para jagal bahkan menyatakan akan melakukan aksi tidak memotong ternak selama tiga hari ke depan.
Distan Kota Mataram segera mengambil langkah penanganan agar kondisi ini tidak berdampak pada penurunan stok daging sapi di pasar serta memicu peningkatan harga lebih lanjut. Berdasarkan informasi dari para jagal, kenaikan harga di pasar ternak terjadi karena adanya pengusaha luar kota yang membeli sapi dengan harga lebih tinggi, sehingga jagal lokal kesulitan bersaing.
Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB juga bertujuan untuk mengevaluasi kuota pengiriman sapi ke luar daerah, mengingat izin pengiriman merupakan kewenangan pemerintah provinsi.
“Sementara kami di daerah, hanya mengeluarkan rekomendasi,” katanya.
Saat ini, Distan Kota Mataram hanya memberikan rekomendasi sapi potong dari Pulau Sumbawa untuk dipenuhi di RPH guna mencukupi kebutuhan daging di pasar tradisional. Hapiludin menyebutkan bahwa meski RPH Majeluk berhenti beraktivitas, RPH Gubuq Mamben Sekarbela terpantau masih aktif melakukan pemotongan.
“Untuk tadi pagi, jumlah sapi yang dipotong di RPH Gubuq Mamben sebanyak 18 ekor,” katanya.
Kondisi di RPH Majeluk diharapkan segera mendapat solusi agar aktivitas pemotongan di dua RPH tersebut kembali normal sehingga harga sapi dan harga jual daging di pasar bisa kembali stabil.
“Kami berharap, pemerintah provinsi bisa segera bersikap,” katanya.
Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, Sri Wahyunida, mengungkapkan bahwa harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional saat ini mencapai Rp145.000 per kilogram. Harga tersebut telah melampaui ketentuan harga maksimal sebesar Rp140.000 per kilogram, yang mengakibatkan sepinya pembeli.
“Karena itu kami akan koordinasi dengan Dinas Pertanian, untuk menstabilkan harga tersebut,” katanya. (rara-lingkar.news)



