Sumbawa, Lingkar.news – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah menyiapkan badan usaha milik daerah (BUMD) khusus yang bertugas mengelola perdagangan karbon. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat ekonomi hijau sekaligus mengoptimalkan potensi penyerapan emisi gas rumah kaca.
Pemerintah provinsi menyiapkan BUMD yang khusus menangani carbon trading, kata Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat ditemui usai menanam bibit pohon mangrove di Labuan Alas, Sumbawa, NTB, Selasa (7/7/2026).
Terkait teknis kelembagaan apakah BUMD tersebut berada di bawah naungan NTB Capital atau berdiri sebagai entitas tersendiri, Iqbal belum memberikan keterangan lebih rinci.
Dia menegaskan pembentukan badan khusus yang menangani perdagangan karbon tersebut sedang dibahas di tingkat pemerintah daerah.
Skema itu sedang kami bahas dan kami persiapkan, ucap Iqbal.
Dalam mendukung inisiatif ini, Pemerintah NTB mendorong perusahaan penghasil emisi untuk berkontribusi dalam rehabilitasi ekosistem mangrove. Hal ini didasari pada potensi wilayah pesisir NTB yang luas sebagai penyerap emisi karbon.
NTB punya banyak potensi dengan pantai-pantai yang sangat sesuai untuk penanaman mangrove. Artinya, ini kontribusi NTB kepada Indonesia dengan menyerap sebanyak mungkin karbon yang ada, pungkas Iqbal.
Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup menegaskan bahwa akselerasi pertumbuhan ekonomi harus berjalan selaras dengan perlindungan fungsi lingkungan hidup. Pasar karbon dinilai sebagai salah satu solusi efektif dalam mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus membuka potensi pendapatan daerah yang baru.
Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan Indonesia membutuhkan pendanaan besar untuk menurunkan emisi karbon senilai 286 miliar dolar AS atau setara Rp4.000 hingga Rp5.000 triliun, sehingga tidak mungkin pembiayaan sepenuhnya ditanggung oleh negara.
Para investor yang melakukan perdagangan karbon dapat melibatkan masyarakat dalam kegiatan penanaman dan pemeliharaan mangrove. Aktivitas itu sekaligus menciptakan lapangan kerja ramah lingkungan.
Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis



