Ingin Suplai Listrik ke Bali, NTB Siap Pakai 15 Bendungan untuk PLTS Apung

Mataram, Lingkar.news – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, mengusulkan gagasan besar menjadikan Bali sebagai destinasi wisata hijau kelas dunia melalui pasokan listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) yang bersumber dari NTB dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini disampaikan dalam Indonesia Solar Summit (ISS) di Bali, Rabu (15/7/2026).

Iqbal menekankan bahwa integrasi sistem kelistrikan antardaerah melalui pembangunan super grid dapat memperkuat ketahanan energi nasional dan menciptakan kawasan wisata berkelanjutan dengan bauran energi bersih.

Bayangkan Bali menjadi destinasi wisata yang benar-benar 100 persen hijau. Bali tidak perlu lagi membangun pembangkit listrik sendiri karena kebutuhan energinya dapat dipasok dari NTB dan NTT. Potensi energi surya di kedua provinsi ini sangat besar, ujar Iqbal.

Menurut Iqbal, NTB memiliki fondasi kuat berupa 77 bendungan, dengan 15 di antaranya sangat potensial dikembangkan sebagai pembangkit listrik tenaga surya terapung. Jika 20 persen luas genangan dimanfaatkan, NTB mampu menghasilkan lebih dari 500 megawatt (MW). Dipadukan dengan potensi NTT, kedua provinsi diproyeksikan mampu memasok 5-7 gigawatt (GW) listrik dalam lima tahun ke depan.

Untuk mendukung realisasi proyek ini, Pemprov NTB meluncurkan inisiatif NTB Capital sebagai jaminan bagi investor terkait percepatan perizinan dan penyelesaian kendala sosial di lokasi investasi.

NTB Capital akan menjadi assurance bagi investor. Kami membantu mempercepat proses perizinan sekaligus memfasilitasi penyelesaian berbagai isu sosial yang mungkin muncul di sekitar lokasi investasi, kata Iqbal.

Selain investasi, Iqbal juga mendorong penyempurnaan regulasi nasional agar daerah diberikan kewenangan membangun sistem kelistrikan mandiri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) serta keleluasaan memasarkan energi terbarukan secara fleksibel.

Ketika pemerintah memberikan ruang bagi pengembangan energi terbarukan, daerah juga perlu diberi keleluasaan agar mampu memanfaatkan potensi energi yang dimiliki untuk pasar yang lebih luas, imbuh Iqbal.

Dukungan serupa datang dari Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang menyatakan bahwa NTT memiliki potensi EBT mencapai 396 GW yang didukung oleh radiasi matahari tinggi dan durasi kemarau panjang.

Pemprov NTT siap memberikan kemudahan perizinan, kepastian tata ruang, penyediaan lahan, serta membangun ekosistem investasi yang kondusif bagi para investor, ujar Emanuel.

Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis