Mataram Jadi Contoh Toleransi, Gus Miftah Bakal Lapor ke Presiden Prabowo

Mataram, Lingkar.news – Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati bersama Pengasuh Pesantren Ora Aji KH Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah mendorong penguatan kolaborasi lintas agama di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, sebagai wujud nyata moderasi beragama di Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (12/8/2026).

Gus Miftah memberikan apresiasi atas kehadiran tokoh lintas agama bersama jamaah mereka yang berkumpul di Lapangan Sangkareang untuk memanjatkan doa bersama sesuai dengan keyakinan masing-masing.

“Kami memahami bangsa ini akan besar dari kerukunan dan malam ini bisa dilihat dari Kota Mataram”, ujarnya seusai menghadiri zikir dan doa kebangsaan di Lapangan Sangkareang, Kota Mataram.

Sebagai langkah konkret, kegiatan doa bersama ini diharapkan dapat menjadi prototipe bagi wilayah lainnya dalam merawat persatuan nasional.

“Harapan kami ini bisa menjadi tradisi bangsa, tanpa harus memandang agama bisa duduk bersama. Makanya saya apresiasi kegiatan malam ini. Karena ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia”, katanya.

Gus Miftah menambahkan bahwa keberhasilan Kota Mataram dalam merawat toleransi akan disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto agar dapat menjadi inspirasi nasional.

Jadi, apa yang ada di Kota Mataram akan kita laporkan ke presiden. Insyaallah kita sampaikan bahwa Mataram bisa menjadi kota toleransi di Indonesia, tegasnya.

Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menyatakan kebanggaannya terhadap NTB yang dinilai mampu menjaga kerukunan meski memiliki keberagaman latar belakang penduduk.

Sari menegaskan bahwa meskipun mayoritas penduduk NTB beragama Islam, masyarakat kelompok minoritas tetap dapat hidup berdampingan dengan harmonis tanpa diskriminasi.

“Saat saya berkunjung ke salah satu sekolah dasar di Cakranegara yang isinya 99 persen agama Hindu dan beberapa persen agama lainnya, mereka bisa sekolah aman, tidak dibullying dan mengalami rasisme”, ungkap Sari.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB Zamroni Azis turut memberikan apresiasi atas antusiasme tokoh lintas agama yang terlibat dalam doa kebangsaan tersebut.

“Alhamdulillah, doa kebangsaan ini bisa dihadiri masyarakat dari lintas agama di semua kabupaten/kota untuk menjaga NTB dan bangsa Indonesia”, tuturnya.

Sebagai informasi, kegiatan zikir dan doa kebangsaan di Lapangan Sangkareang tersebut dihadiri oleh ribuan umat dari berbagai agama, mulai dari Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Buddha, hingga Khonghucu. Turut hadir dalam acara tersebut Penjabat Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri dan Wali Kota Mataram Mohan Roliskana.

Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis