Lombok Barat, Lingkar.news – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengidentifikasi lima tantangan utama yang dihadapi para kepala daerah di Indonesia pada periode saat ini. Hal tersebut disampaikan dalam Musyawarah Nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
“Ada pemimpin yang merasa hidup di zaman yang lebih berat daripada pemimpin sebelumnya, tetapi sejatinya, setiap masa itu tantangannya sama,” ujar Bima Arya pada Kamis (16/7/2026).
Bima memaparkan lima tantangan tersebut meliputi dampak geopolitik global, tuntutan menjalankan program prioritas nasional, pemenuhan janji politik, tekanan media sosial, hingga risiko terjerat persoalan hukum.
Menurut dia, dinamika geopolitik global, seperti konflik di Selat Hormuz, berdampak langsung pada ekonomi, energi, dan inflasi di daerah.
“Tidak pernah sepanjang sejarah, kepala daerah memperhatikan Selat Hormuz seperti sekarang, mengikuti terus (pemberitaan) live. Kadang happy karena kelihatannya sudah cooling down, tiba-tiba ribut lagi seperti orang pacaran, on off, on off,” ungkap Bima.
Selain geopolitik, kepala daerah diwajibkan mengawal kebijakan prioritas pusat seperti Koperasi Desa Merah Putih, program Makan Bergizi Gratis, hingga pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, sembari tetap menuntaskan janji politik kampanye mereka kepada konstituen.
Tantangan selanjutnya berkaitan dengan pengaruh algoritma media sosial yang mampu mengubah persepsi publik terhadap kinerja pemerintah daerah secara instan.
“Jangankan salah, benar saja bisa salah di algoritma media hari ini,” kata dia.
Tantangan terakhir adalah ancaman jeratan hukum dari berbagai lembaga penegak hukum, sehingga tata kelola pemerintahan yang baik dan berhati-hati menjadi harga mati bagi setiap pemimpin daerah.
Sebagai kesimpulan, Bima Arya menegaskan bahwa menjalankan roda pemerintahan di tengah kompleksitas tantangan tersebut bukanlah hal yang mudah, sehingga komunikasi antarkepala daerah sangat diperlukan.
“Hari ini berselancar di antara lima tantangan itu adalah hal yang sangat tidak mudah dan kami merasakan betul suasana kebatinan para kepala daerah. Makanya, kepala daerah harus sering berkumpul dan sharing,” ucapnya.
Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis



