KABUPATEN SUMBAWA, LINGKAR.NEWS – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sumbawa menggelar silaturahmi strategis bersama Plt. Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Drs. Pangarso Suryotomo, M.M.B., di Hotel Grand Samota, Sumbawa, Sabtu (25/7/2026). Pertemuan yang difasilitasi oleh Program SIAP SIAGA dan KONSEPSI ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya mitigasi, pencegahan, serta pembangunan ketangguhan daerah terhadap ancaman bencana.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Ketua FPRB Provinsi NTB Dr. Rahmat Sabani, Kepala BPBD Kabupaten Sumbawa Muhammad Nurhidayat, S.T., serta perwakilan dari unsur pemerintah daerah, akademisi, dan Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kemendes PDT. Fokus utama diskusi adalah penguatan kapasitas desa sebagai garda terdepan melalui integrasi pengurangan risiko bencana (PRB) ke dalam perencanaan pembangunan desa.
Plt. Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Drs. Pangarso Suryotomo, M.M.B., dalam arahannya menekankan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab kolektif yang harus dimulai dari aspek pencegahan. “Saya mengapresiasi komitmen FPRB Kabupaten Sumbawa. Penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat. Sinergi ini adalah fondasi penting dalam mewujudkan desa yang tangguh,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator TPP Kemendes PDT Kabupaten Sumbawa, Amir Ali, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen mengawal implementasi kebijakan di tingkat desa. Menurutnya, sinergi ini sangat krusial untuk mendukung implementasi Peraturan Gubernur (Pergub) NTB Nomor 83 Tahun 2024 tentang Pedoman Perencanaan Pembangunan Desa Berbasis Pengurangan Risiko Bencana.
“Kami siap mengintegrasikan aspek ketangguhan bencana ke dalam proses perencanaan pembangunan desa. Pendampingan yang kami lakukan bertujuan agar setiap kebijakan desa menjadi lebih adaptif terhadap ancaman bencana, sehingga masyarakat lebih terlindungi,” jelas Amir Ali.
Sementara itu, Ketua FPRB Kabupaten Sumbawa, Zulfikar Demitry, menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi multipihak. Ia berharap budaya sadar bencana dapat semakin mengakar di tengah masyarakat melalui langkah-langkah konkret yang berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama dari seluruh peserta untuk terus memperkuat koordinasi, guna memastikan Kabupaten Sumbawa memiliki sistem penanggulangan bencana yang lebih tangguh, aman, dan siap menghadapi berbagai potensi ancaman di masa depan.
Penulis : Amir Ali / Koordinator TPP Kabupaten Sumbawa – Lokasi : (Kabupaten Sumbawa)



