LOMBOK TIMUR, LINGKAR.NEWS – Wakil Bupati Lombok Timur, Ir. H. Edwin Hadiwijaya, M.M., menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi dan sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempercepat penurunan angka stunting di wilayahnya.
Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) Kabupaten Lombok Timur yang berlangsung di Kota Selong, Selasa (4/8/2026).
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh sejumlah kepala OPD dan pemangku kepentingan strategis guna mengevaluasi capaian program, melakukan validasi data, serta menyusun strategi intervensi yang lebih terarah.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menekankan bahwa keberhasilan penanganan stunting tidak bisa dicapai secara sektoral, melainkan membutuhkan keterpaduan program dari seluruh pihak.
“Pentingnya penguatan kolaborasi dan sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mempercepat upaya pencegahan dan penurunan angka stunting di Kabupaten Lombok Timur,” ujar Edwin Hadiwijaya.
Ia secara khusus meminta validasi terhadap 11 indikator percepatan penurunan stunting sebagai dasar penentuan intervensi. Fokus utama diarahkan pada layanan kesehatan ibu dan anak, pemantauan pertumbuhan balita, serta optimalisasi pembagian wilayah kerja berbasis data yang akurat.
Sejumlah catatan evaluasi turut mengemuka, di antaranya masih rendahnya cakupan konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri, pemberian makanan tambahan (PMT) yang belum optimal, serta perlunya peningkatan pelayanan bagi balita dengan masalah gizi.
Untuk memastikan efektivitas program hingga ke tingkat desa, pemerintah daerah melibatkan berbagai elemen, mulai dari Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kemendes PDT, perguruan tinggi, organisasi profesi, hingga Majelis Adat Sasak.
Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Kabupaten TPP Kemendes PDT, Lalu Arif Saptari, ST., M.H., memaparkan hasil pemantauan melalui aplikasi e-HDW. Sebanyak 10 desa dengan capaian nilai tertinggi akan diundang untuk mempresentasikan praktik baik dan inovasi yang telah dilakukan.
“Keberhasilan desa tidak hanya diukur dari skor, tetapi juga kualitas kinerja, konsistensi pelaksanaan program, serta inovasi yang dikembangkan dalam mendukung percepatan penurunan stunting,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap melalui penguatan koordinasi ini, seluruh intervensi dapat berjalan secara terpadu, terukur, dan berkelanjutan, sehingga target penurunan stunting dapat segera tercapai demi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Penulis : Muh. Fauzan / Korcam TPP Wanasaba – Lokasi : (Kabupaten Lombok Timur)



