Beroperasi, Bendungan Meninting Lombok Mampu Tampung 10 Juta Meter Kubik

Lombok Barat, Lingkar.news – Kementerian Pekerjaan Umum mengungkapkan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), kini beroperasi memasok sumber air baku sebesar 0,15 meter kubik per detik bagi sekitar 100 ribu jiwa.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo saat melakukan kunjungan kerja di lokasi mengatakan, “Dari keterbatasan air saat kemarau menjadi ladang air baku sebesar 0,15 meter kubik per detik yang meningkatkan cakupan pelayanan air minum menjadi kurang lebih 100 ribu jiwa.”

Dody menjelaskan, Bendungan Meninting merupakan salah satu dari lima bendungan yang diresmikan secara serentak, meliputi Bendungan Keureuto dan Rukoh di Aceh, Bendungan Sidan di Bali, serta Bendungan Jlantah di Jawa Tengah.

Selain menyediakan air baku, bendungan ini memiliki kapasitas tampung sekitar 10 juta meter kubik yang dimanfaatkan sepanjang tahun untuk memenuhi kebutuhan irigasi bagi 1.500 hektare sawah di Lombok Barat dan Kota Mataram. Infrastruktur ini dilengkapi jaringan irigasi sepanjang kurang lebih 26 kilometer, sehingga lahan pertanian yang sebelumnya bergantung pada hujan kini dapat ditanami hingga tiga kali dalam setahun dengan produktivitas mencapai 6,3 ton per hektare.

“Pekerjaan irigasi terus kami lakukan untuk memastikan agar air benar-benar sampai kepada lahan pertanian,” ucap Dody.

Keberhasilan pembangunan bendungan ditegaskan Dody tidak hanya diukur dari selesainya konstruksi fisik, melainkan dari sejauh mana manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas, termasuk fungsinya sebagai pengendali banjir bagi wilayah Kecamatan Gunungsari, Lingsar, Batu Layar di Lombok Barat, serta Kecamatan Ampenan di Kota Mataram.

Bendungan dengan tinggi 74 meter dan panjang puncak 260 meter ini juga memiliki potensi pengembangan untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA), PLTS terapung, sektor pariwisata, serta penggerak ekonomi kerakyatan.

Dody menyimpulkan bahwa kunci utama keberadaan bendungan adalah fungsinya dalam menyejahterakan masyarakat. “Bendungan wajib berfungsi memberikan manfaat maksimal untuk petani dan seluruh masyarakat. Air harus mengalir, sawah wajib terairi, dan manfaat harus dijaga,” sebut Dody.

Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis