NTB Siap Jadi Pionir Energi Bersih Nasional dengan Potensi Panas Bumi

Mataram, Lingkar.news – Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Surono, menyatakan bahwa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki modal kuat untuk menjadi pionir transisi energi bersih nasional melalui optimalisasi potensi energi terbarukan yang melimpah..

Surono menegaskan bahwa letak geografis NTB yang dikelilingi gunung berapi memberikan keunggulan komparatif berupa cadangan panas bumi yang melimpah dan bebas dari ketergantungan pada energi fosil seperti batu bara dan minyak bumi.

“NTB dikaruniai Tuhan adalah energi terbarukan dan bisa juga menjadi pionir transisi energi bersih di Indonesia, membangun ketahanan energi dengan energi bersih,” ucap dia saat ditemui seusai sosialisasi Kebijakan Energi Nasional di Universitas Mataram, Kota Mataram NTB, pada Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, potensi panas bumi sebesar 179 megawatt yang tersimpan di sekitar Gunung Rinjani dan Gunung Tambora merupakan aset strategis bagi masa depan energi daerah.

“Tambora dan Rinjani menyediakan kesuburan serta panas bumi sekitar 179 megawatt. Kalau (potensi) itu digunakan dan energi surya digunakan, maka bisa saja NTB menjadi daerah yang punya ketahanan energi yang dibangun dari energi bersih,” kata pria yang akrab disapa Mbah Rono tersebut.

Sebagai kesimpulan, pemanfaatan sumber daya alam yang bijak melalui kolaborasi lintas sektor menjadi kunci bagi NTB untuk mencapai kemandirian energi berkelanjutan.

Anggota DEN lainnya, Sripeni Inten Cahyani, menyoroti adanya potensi tambahan dari tenaga air serta optimalisasi lahan kurang produktif untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

“Di Sumbawa pakai limbah jagung untuk biomassa dan itu sudah dipakai untuk PLTU (pembangkit listrik tenaga uap) sebagai co-firing. Universitas ikut berperan penting di dalam mendorong transisi energi,” pungkas Sripeni.

Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis