Mataram, Lingkar.news – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah menggalang bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui organisasi perangkat daerah (OPD) dan berbagai sekolah di wilayah tersebut.
Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, menjelaskan bahwa pengumpulan bantuan dilakukan secara terpusat untuk memastikan koordinasi berjalan efektif sebelum disalurkan langsung kepada para penyintas gempa.
Pola penggalangan bantuan sama seperti penanganan bencana di Aceh sebelumnya. Bantuan dikumpulkan melalui OPD dan sekolah-sekolah yang nantinya diserahkan langsung oleh wali kota, ujar Lalu Alwan Basri saat ditemui usai Rapat Paripurna DPRD di Mataram, Rabu (19/8/2026).
Ia menambahkan bahwa pihaknya membuka partisipasi bagi seluruh kalangan masyarakat, termasuk pihak swasta dan badan usaha milik negara (BUMN) untuk turut menyalurkan bantuan.
Menurut Lalu Alwan, bantuan yang dihimpun tidak terbatas pada uang tunai, melainkan juga mencakup berbagai kebutuhan logistik yang diperlukan untuk mendukung penanganan warga terdampak bencana.
Pola pengumpulan secara terpusat ini diharapkan dapat membuat penyaluran bantuan menjadi lebih terorganisir dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan di lokasi bencana.
Sebelumnya, pada Selasa (18/8), tim medis dari RSUD Mataram yang membawa obat-obatan serta armada ambulans telah tiba di Flores. Tim medis tersebut dijadwalkan menjalankan misi kemanusiaan selama 12 hari di wilayah terdampak gempa bumi tektonik tersebut.
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan lebih dari 5.000 warga harus mengungsi akibat rumah mereka yang mengalami kerusakan ringan hingga berat pascagempa bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu (15/8). Sementara itu, BMKG mencatat telah terjadi 2.768 gempa susulan di Flores hingga Rabu pukul 06.00 Wita.
Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis



