LOMBOK TENGAH, Lingkar.news – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), masih menetapkan status siaga kekeringan meskipun hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah pada akhir Oktober 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah Zaenal Mustakim mengatakan, kebijakan itu ditempuh karena hujan yang turun belum mampu memulihkan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
“Lombok Tengah masih siaga kekeringan, karena hujan yang terjadi pada pekan kemarin itu belum begitu berdampak terhadap kondisi air sumur masyarakatnya,” kata Zaenal, Rabu (4/11/2026).
Ia menjelaskan, hujan yang terjadi pada akhir Oktober 2026 memang telah merata di 12 kecamatan di Lombok Tengah. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya mengakhiri krisis air bersih yang dialami masyarakat.
Bahkan, hingga awal November 2026, sejumlah warga masih membutuhkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Warga saat ini masih membutuhkan bantuan air bersih,” ujarnya.
BPBD Lombok Tengah bersama perusahaan daerah air minum (PDAM) pun tetap menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat setiap hari. Distribusi dilakukan berdasarkan permintaan warga yang masih mengalami kesulitan mendapatkan air.
“Setiap hari kami tetap menyalurkan sebanyak empat tangki air bersih kepada masyarakat,” katanya.
Zaenal menyebutkan, total bantuan air bersih yang telah disalurkan selama musim kemarau hingga awal musim hujan ini mencapai lebih dari 100 tangki.
BPBD Lombok Tengah secara resmi menetapkan status siaga kekeringan mulai 1 Juli 2026 hingga Desember 2026. Penetapan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang masih dirasakan masyarakat meskipun hujan mulai turun.
Lombok Tengah menjadi salah satu wilayah dengan dampak kekeringan terluas di NTB. Dampak kekeringan dilaporkan melanda sembilan kecamatan dengan cakupan sekitar 45 hingga 91 desa.
Sejumlah kecamatan yang terdampak di antaranya Pujut, Praya Timur, Praya Barat, Praya Barat Daya, Praya Tengah, Jonggat, Batukliang, dan Janapria.
Meski penyaluran bantuan air bersih masih berlangsung, BPBD Lombok Tengah memastikan anggaran penanganan dampak musim kemarau masih mencukupi.
“Untuk anggaran penanganan dampak musim kemarau masih aman. Artinya kebutuhan air bersih untuk masyarakat masih bisa tetap dipenuhi,” katanya.
(Ichan/Lingkar.news)



